Jakarta, TAMBANG – PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) siap melakukan penawaran lazim perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu bersahabat. Perusahaan tambang gres bara ini memiliki daerah operasi di Kalimantan Utara.

Secara portofolio, MCOL memproduksi watu bara yang digemari pasar domestik dan ekspor, dengan kategori sub-bituminus bernilai kalori antara 4.600 kcal sampai dengan 5.100 kcal, yang memiliki kadar abu dan welirang yang relatif rendah sehingga tergolong ramah lingkungan.

“Pada tahun 2004, perseroan mengawali tahap produksi dan hingga saat ini produksi meraih sekitar 6 juta metrik ton per tahun,” papar manajemen dikutip dari prospektusnya.

Saat IPO nanti, perseroan bersiap melepas sebanyak-banyaknya 355.560.000 saham gres atau sebanyak-banyaknya 10% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di e-IPO, penawaran awal saham MCOL dilakukan dengan rentang harga Rp 1.420 – Rp 1.600 per saham. Dengan demikian dalam IPO ini target dana antara Rp 504,89 miliar sampai Rp 568,89 miliar.

Dalam IPO ini, MCOL memperlihatkan mandat kepada PT Buana Capital Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi.

Saat ini perseroan sedang menggelar era penawaran permulaan (book building) pada 28 Juli -16 Agustus, dengan perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan mampu dikantongi pada 30 Agustus mendatang.

Sedangkan periode penawaran umum perdana saham diperkirakan akan terlaksana pada 1-3 September, dengan pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) diperlukan mampu terlaksana pada tanggal 7 September 2021

Berdasarkan prospektusnya, perusahaan menyampaikan bahwa dana yang diperoleh dari hasil IPO, sesudah dikurangi biaya-ongkos emisi akan digunakan selaku setoran modal ke PT Mandala Karya Prima (MKP), entitas anak yang bergerak di bidang jasa kontraktor penambangan batubara.

Sebesar Rp 441 miliar akan dipakai untuk pembelian peralatan berat selaku penunjang produksi berupa excavator PC2000 sebanyak 4 unit, dump truck HD 785 sebanyak 18 unit, dozer 375 sebanyak 2 unit, dan dozer D155 sebanyak 2 unit pada tahun 2021, yang keseluruhan peralatannya dibeli dari PT United Tractors Tbk (UNTR).

Dana yang masih tersisa akan digunakan untuk modal kerja dalam bentuk setoran modal kepada MKP untuk pembayaran utang perjuangan dan ongkos operasional.

Sebagai informasi, Prima Andalan Mandiri memiliki tiga segmen bisnis utama ialah pertambangan watu bara lewat PT Mandiri Inti Perkasa (MIP) dengan kepemilikan saham 99,99%, sektor jasa kontraktor penambangan batubara melalui PT Mandala Karya Prima (MKP) dengan kepemilikan saham 99,96% dan sektor pengangkutan batubara melalui PT Maritim Prima Mandiri (MPM) dengan kepemilikan saham 74%.

MIP yang ialah unit pertambangan kerikil bara mempunyai donasi terbesar kepada pendapatan perseroan tahun 2020 meraih 86,95%, sedangkan MKP dan MPM masing-masing yakni sebesar 86,95%, 10,99% dan 2,06%.

Pemegang saham MCOL dikala ini ialah PT Edika Agung Mandir sebesar 68% dan PT Prima Andalan Utama 31% dan Handy Glivirgo sebesar 1%

Setelah pelaksanaan IPO, komposisi pemegang saham akan berubah menjadi PT Edika Agung Mandir sebesar (61,2%) dan PT Prima Andalan Utama (27,9%), Handy Glivirgo sebesar (0,9%) dan penduduk (10%).

Butuh Bantuan Atau Pertanyaan?

Achmad Hino siap membantu Anda dengan memberikan pelayanan dan penawaran terbaik.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Halo, Ada Yang Bisa Dibantu?