Jakarta,TAMBANG, PT Indika Energy Tbk. (Indika Energy) menjalin kerja sama dengan Fourth Partner Energy (4PEL), pengembang penyelesaian tenaga surya terdepan di India. Rencananya kolaborasi ini akan dikukuhkan dengan membentuk sebuah perusahaan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS).
Kerjasama ini ialah wujud kesepakatan Indika Energy dalam mendiversifikasi portofolio bisnis, mencapai tujuan keberlanjutan, dan memajukan kinerja ESG (Environmental, Social, Governance). Juga mendukung upaya pemerintah dalam meraih sasaran bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025.
Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid menyampaikan EMITS akan menjadi perusahaan penyedia penyelesaian tenaga surya terintegrasi di Indonesia. EMITS akan menggabungkan kompetensi Fourth Partner Energy dalam membangun dan mengoperasikan lebih dari 550 MW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di India dan sejumlah negara yang lain dengan kemampuan engineering kelas dunia. Di segi lain Indika Energy punya pengalaman dalam menghadirkan solusi energi terbaik untuk masyarakat Indonesia.
“Indika Energy besar hati dapat melakukan pekerjaan sama dengan Fourth Partner Energy dalam mendirikan EMITS, sebuah perusahaan tenaga surya yang mau mendatangkan aneka macam penyelesaian pengembangan energi terbarukan untuk sektor komersial maupun industri di Indonesia,” ungkap Arsjad melalui keterangan resmi yang diterima tambang.co.id, Jumat (5/3/2021).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menyambut baik inisiatif ini dan memberikan pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif Indika Energy dan kemitraannya. Hal ini ialah langkah konkrit dalam pemanfaatan energi bersih sekaligus mampu secara eksklusif berkontribusi untuk akselerasi pencapaian sasaran bauran EBT 23% pada tahun 2025.
“Kami berharap dengan didirikannya EMITS ini dapat memajukan investasi di bidang infrastruktur EBT, bisa mendatangkan inovasi teknologi yang lebih handal, efisien, murah dan ramah lingkungan serta menyerap tenaga kerja dan mendukung upaya pemulihan ekonomi dari efek pandemi COVID-19,” ungkap Arifin.
Arifinpun berkomitmen untuk terus berusaha memperlihatkan instrumen dan kemudahan berinvestasi melalui regulasi dan kebijakan yang mengedepankan transisi energi higienis.