Jakarta,TAMBANG, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagaioperator Wilayah Kerja (WK) Mahakam sudah mengalirkan gas ke Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Gas dialirkan dari Lapangan South Mahakam lewat fasilitas milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dalam proyek yang diberi nama South Mahakam Gas Supply to RU V (SMGS to RU V). PHM bekerja dengan pertolongan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan.
Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani menyambut baik pelaksanaan proyek yang dapat direalisasi tepat waktu ini. Bagi nasional, bantuan proyek ini akan berguna dalam mempertahankan kehandalan sistem distribusi gas dan turut mendukung penyerapan gas.
Fatar mengakui proyek SMGS to RU V sungguh strategis alasannya adalah mengembangkan konektivitas distribusi gas dari produsen ke pelanggan. Proyek ini dalam jangka panjang akan mengembangkan kehandalan metode distribusi gas secara nasional. “Selain itu juga akan mendukung pengembangan lapangan gas yang ada di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Serta menunjukkan bantuan dalam merealisasikan sasaran 12 BSCFD di tahun 2030,” ungkap Fatar.
Sementara itu Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, memberikan bahwa proyek ini merupakan perwujudan sinergi antar unit perjuangan di PT Pertamina (Persero). “Proyek SMGS to RU V ini ialah bantuan PHI dan AP PHI dalam mewujudkan ketahanan energi nasional,” kata Chalid.
Diharapkan PHI dapat berkontribusi secara berkelanjutan dalam menyanggupi kebutuhan gas Kilang Pertamina RU V. “Ke depan aku berharap kontribusi PHI akan lebih tampaklagi, utamanya untuk mengantisipasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang sedang berlangsung,” lanjut Chalid.
General Manager PHM, Agus Amperianto, mengungkapkan rasa syukurnya sebab PHM mampu menuntaskan proyek ini dengan baik dan sudah sukses mengirimkan gas mulai 17 Januari 2021 lalu. Agus juga mengapresiasi perlindungan penuh dari SKK Migas, PHI, PHKT, Kilang RU V serta para kontraktor yang terlibat selama pelaksanaan proyek.
“Kami besar hati bahwa WK Mahakam sekarang berkontribusi pada penyediaan pasokan gas bagi Kilang Pertamina RU V Balikpapan, hal ini akan kian menguatkan kedudukan Pertamina secara upstream maupun downstream untuk menyanggupi pasokan energi nasional,” ujar Agus.
Melalui proyek SMGS to RU V ini, gas dialirkan dari anjungan Jempang Metulang 1 (JM-1) yang dioperasikan oleh PHM, menuju ke anjungan Sepinggan-P (SPG-P) yang dioperasikan oleh PHKT. Menggunakan pipa penyalur 10 inchi sepanjang 6,5 km dan akomodasi peserta dengan kapasitas maksimum 28 MMscfd, untuk kemudian diteruskan ke kilang Pertamina RU V di Balikpapan.
Dengan pelengkap pasokan gas dari WK Mahakam ini, biaya operasi Kilang RU-V Balikpapan akan turun hingga 12 juta USD/tahun (dengan asumsi pemenuhan keperluan gas 47 MMscfd), serta menurunkan pula biaya untuk materi bakar dan flare meraih USD 3 juta /tahun. PHM pun diuntungkan karena menerima harga penjualan gas domestik yang lebih baik.
Proyek SMGS to RU V ditentukan dalam rapat SKK Migas dan Pertamina pada 27 Juli 2018. Ini ialah sebuah seni manajemen untuk menyanggupi keperluan gas Kilang Pertamina RU V Balikpapan, dimana PHM dan PHKT akan memasok kebutuhan gas RU V eksisting sebesar 50 MMscfd mulai Januari 2021.
Proyek ini yakni penunjukkanpertama untuk PHM sehabis alih kelola WK Mahakam pada 2018 lalu. Meski terdapat banyak sekali tantangan, pekerjaan mampu diselesaikan sempurna waktu dalam tempo 15 bulan (sejak tanggal FID, 25 Oktober 2019) dan hanya 21 bulan semenjak persetujuan POD-nya pada 26 Maret 2019.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghasilkan efisiensi senilai nyaris USD 2 juta, yaitu hanya menghabiskan USD 25,1 juta, dari budget yang telah disetujui (AFE) sebesar USD 27 juta. Dari aspek HSSE, proyek berlangsung aman dan terkendali, tanpa kecelakaan kerja serta tanpa kasus COVID-19. Jam kerja yang dihabiskan mencapai lebih dari 600 ribu manhours, dengan melibatkan 550 tenaga kerja nasional dan 16 armada kapal.