Jakarta,TAMBANG, Bertempat di Kantor Ditjen Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM, Prof Dr RP Koesoemadinata DSC meluncurkan buku berjudul An Introduction into the Geology of Indonesia. Buku setebal 1.700 halaman dan mulai ditulis tahun 2010 disebut-sebut sebagai mahakarya di bidang geologi saat ini.
Prof Dr RP Koesoemadinata DSC, guru besar (emiritus) geologi Fakultas Ilmu Kebumian Institut Teknologi Bandung.
Peluncuran yang dilaksanakan secara tatap muka dan virtual ini didatangi oleh beberapa tokoh penting. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimuljono, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin, Dirjen Migas Prof Tutuka Ariadji, Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Irwan Meilano.
Juga Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi Medy Kurniawan, Direktur Utama PT Medco Energi Internasional,Tbk Hilmi Panigoro, dan Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Syailendra Bakrie.
Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan pentingnya peran Geologi dalam meningkatakan cadangan minyak dan gas serta mineral batubara. Geologi juga menawarkan isu dasar untuk kegiatan eksplorasi di sektor energi dan sumber daya mineral.
“Melalui eksplorasi yang masif kita berharap ditemukan cadangan baru. Kita memerlukan cadangan besar, giant discovery, untuk mempertahankan biar buatan minyak tidak turun akibat lapangan yang sudah bau tanah. Buku karya Prof Koesoema ini sungguh memberi ide, terlebih banyak putra-putri didikan beliau yang melakukan pekerjaan di bidang geologi di Tanah Air,” ujar Arifin Tasrif dalam sambutan secara virtual.
Arifin juga menjelaskan Prof Koesoema sebagai “Bapak Geologi Migas Indonesia” dan berkontribusi faktual untuk kemajuan sektor ESDM di Tanah Air. Selain pendidik, Prof Koesoema juga banyak menulis buku yang sangat berguna. Buku ini sangat komprehensif alasannya adalah membicarakan dunia geologi yang ditulis oleh putra Indonesia.
“Prof Koesoema menjadi pelaku dan saksi sejarah perkembangan geologi Indonesia pasca periode Reinout Willem van Bemmelen asal Belanda, yang mengajar geologi bagi para mahasiswa Indonesia dikala itu,” ujar Menteri ESDM.
Sementara Menteri PUPERA, Basoeki Hadimuljono mengakui bahwa geologi itu sungguh rumit sehingga Prof Koesoema menghalangi diri dengan an introduction, sebuah pengantar. Menurut Menteri PUPERA, buku Prof Koesoema yaitu evolusi dari geologi Van Bemmelen dan Prof JA Katili, almarhum, geolog senior ITB. Buku ini memperkaya georesoures untuk vulkanologi, erupsi, dan gempa bumi. Kementerian PUPERA, lanjut Basoeki, sungguh terbantu dengan datangnya buku ini.
“Saya yakin buku ini akan menjadi pegangan bagi kami dalam perencanaan infrastruktur Manfaatkan buku ini untuk kebijakan infrastruktur ke depan,” katanya.
Kemudian Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,ITB, Irwan Meilano mengatakan buku Prof Koesoema meski disebut An Introduction, pembahasan buku ini sangat komprehensif yang mengulas kompleksitas geologi Indonesia. “(Buku) Ini general introduction. Sinopsis dari Barat ke Timur. Di setiap area dibahas detail. Di setiap bahasan senantiasa ada fokus penting bagi Indonesia, ialah resources terkait geohazzard,” kata Irwan.
Sedangkan Ridwan Djamaluddin menilai sosok Prof Koesoema selaku ilmuwan sejati yang menularkan segala kemampuannya terhadap anak bimbing. “Saya melihat sendiri, beliau seorang geolog yang ahli, mumpuni. Tanpa fatwa Prof Koesoema, aku tidak percaya industri migas Indonesia bisa mirip dikala ini. Prof Koesoema berkontribusi,” katanya.
Dari segi usahawan, Hilmi Panigoro, Presiden Direktur PT Medco Energy International,Tbk menilai karya Prof Koesoema adalah panduan geologi migas secara terencana dan dicetak dengan manis. Bagi Hilmi, apa yang diajarkan Prof Koesoema memberi pandangan baru lain untuk membangun perusahaan migas swasta nasional.
“Mudah-mudahan, kami dan lainnya bareng Pertamina bisa memperkuat ketahanan energi nasional. An Introduction Geology akan jadi wangsit dan tumpuan penting untuk memperoleh giant discovery,” ujar Hilmi.
Hal yang sama disampaikan Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Syailendra Bakrie. Ia menyampaikan karya Prof Koesoema pantas diapresiasi apalagi kontribusinya sungguh besar bagi kemajuan ilmu geologi di tanah air dan secara tdak langsung juga bagi peningkatan cadangan dan buatan migas nasional.
Untuk dikenali, Buku An Introduction into the Geology of Indonesia terdri atas dua volume.Nanang Abdul Manaf, Ketua Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB, selaku penerbit buku ini, menyampaikan sungguh jarang atau sungguh sedikit buku yang ditulis oleh orang Indonesia. Padahal observasi atau paper yang dibentuk baik oleh golongan industri, akademi tinggi atau institusi penelitian sudah lumayan banyak. Namun namun sifatnya parsial dan tidak komprehensif.
Prof Koesoema sangat mencintai ilmu geologi sehingga bukti cintanya diwujudkan dalam karyanya yang boleh disebut mahakarya (masterpiece). “Ini dedikasi, perjuangan, konsentrasi, dan konsisten dia sehingga berhasil menuntaskan bukunya dalam perjalanan prosesnya nyaris 10 tahun,” ujar Nanang.
Nanang berharap buku ini mampu menjadi referensi bagi para andal geologi untuk mempelajari ilmu geologi, utamanya geologi Indonesia. Selain itu, menjadikan Prof Koesoema selaku role versi bagaimana profesional dan kecintaan beliau terhadap ilmu geologi sehingga menciptakan karya yang hebat.