Real Time Instrument AllScan
Konfigurasi Alat Yang Lebih Simpel dan Efisien

Berbekal metodologi perkiraan analitis yang baru dan canggih, Real Time Instrument (RTI) AllScan analyser mempunyai sejumlah keunggulan teknis yang revolusioner dan signifikan, serta menunjukkan biaya pengoperasian yang lebih murah dari biaya mesin analyser batu bara konvensional.
Pada dasarnya, AllScan menerapkan teknologi Prompt Gamma Neutron Activtion Analysis (PGNAA), yang biasa dipakai dalam industri batu bara; baik di area tambang, wash plant, load out, atau pembangkit listrik. Namun, dibanding PGNAA biasa, AllScan memiliki kontrol proses yang lebih efisien dan profitabilitas yang lebih tinggi.
Tidak mirip pada umumnya merek PGNAA di pasaran, geometri mesin AllScan disusun untuk meletakkan pembangkit neutron atau sumber Cf252 di atas conveyor belt serta memposisikan detektor di bawah ban. Diagram konfigurasi AllScan digambarkan seba-gai berikut:
’Susunan terbalik’ mesin ini akan mendukung mekanisme ”on/off” yang berlainan dari mesin yang lain: saat mesin penganalisis aktif, atau konveyor sedang melakukan pekerjaan memuat material, sumber material diletakkan di permukaan bawah blok penahan sumber.
Sementara saat mesin tidak aktif alias proses berhenti, atau ketika berada dalam perawatan dan mengalami gagal daya, maka sumber neutron direlokasi memakai failsafe mechanism. Sumber secara otomatis ditarik kembali ke posisi di tengah blok sumber neutron yang sungguh terlindung. Meskipun ini tidak mematikan fluks neutron, mirip halnya dengan tabung neutron yang dimatikan, hal ini menciptakan penurunan yang signifikan dalam laju takaran ambien di bawah kondisi ’penghentian penganalisis’.

AllScan mampu dipasang pada sebagian besar struktur conveyor belt tanpa perlu pergeseran atau pemasangan pondasi. Desain mesin ini dikembangkan setelah melakukan proses pemodelan komputer yang cukup panjang, yang disebut selaku Monte Carlo n Particle atau pemodelan MCnP.
Tujuan dari pemodelan ini ialah untuk mengoptimalkan sinyal dari material yang sedang dianalisis, yang dapat diraih oleh detektor. Hal ini pertanda bahwa AllScan tidak memerlukan sumber dalam jumlah yang besar seperti mesin penganalsis yang lain. Minimumnya kuantitas sumber juga bermakna bahwa AllScan tidak memerlukan pelindung berskala besar yang berat dan mahal, seperti yang dipakai oleh mesin penganalisis lainnya, guna menghemat paparan radiasi eksternal kepada mesin penganalisis.
Dengan berat 1.400 kilogram, bobot mesin ini hanya sepertiga dari berat alat Penganalisis PGNAA pada umumnya. Pengembangan serta sketsa perhitungan kreatif untuk mesin penganalisis ini dilakukan bersama Universitas Carolina Utara dan para mahir radiasi ternama lainnya di dunia.
Untuk mesin analyser batu bara, AllScan sudah terbukti mampu dipakai sebagai alat yang berguna dalam banyak sekali penerapan proses pengendalian di area tambang, washery dan pembangkit listrik. Parameter standar yang diukur yakni kadar abu (ash content), kadar air (moisture content), specific energy (kcal) dan kadar belerang. Paremeter lainnya yang mampu di evaluasi yaitu volatile matter, ash oxide dan inherent moisture (im).
Seiring dengan meningkatnya tuntutan penduduk bahwa industri kerikil bara harus lebih efisien dan lebih konsentrasi pada lingkungan, maka perkembangan keakuratan alat penganalisa daring atau online real time serta fasilitas pemasangan sangat diharapkan oleh operator lapangan. Mesin analiser watu bara AllScan memenuhi semua keperluan tersebut.
Sedangkan untuk pengaplikasiannya pada komoditas yang lain, seperti pertambangan bijih besi, tembaga, bauksit, litium dan nikel, para produsen menawarkan pembuktian yang serupa perihal mesin analyser AllScan.
