Jakarta, TAMBANG – Pemerintah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut disambut oleh PT Kapuas Prima Coal dengan berencana mendatangkan pekerja asing sebagai tenaga hebat untuk lanjut menggarap proyek smelter di Kalimantan Tengah.
Direktur emiten berkode saham ZINC ini, Hendra Susanto William menyampaikan, operasional perusahaan sempat tersendat akhir kebijakan PSBB itu, utamanya soal mobilitas orang dan barang.
“Sebelumnya ketika pemberlakuan lockdown atau PSBB di Indonesia, kemudian lintas orang dan barang sedikit terhambat. Seperti kehadiran tenaga jago aneh yang bertanggung jawab dalam proyek smelter ZINC. Diharapkan pelonggaran ini akan membuat lebih mudah kemudian lintas orang dan barang, dengan begitu proyek ZINC yang tertunda selama pandemi dapat dikejar,” ungkapnya lewat siaran resmi yang diterima tambang.co.id, Kamis (11/6).
Terkait langkah-langkah penyesuaian, sambung Hendra, ZINC bakal menerapkan mekanisme berhati-hati Covid-19 di setiap kegiatan perusahaan. Hal tersebut mengikuti skenario new wajar yang diwajibkan oleh Pemerintah untuk setiap lini industri, tergolong di operasional pertambangan.
“Menghadapi new normal, ZINC akan terus menerapkan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang sudah dilaksanakan beberapa bulan terakhir di lokasi pertambangan dan perkantoran. Saat memasuki daerah tambang dan semua area kerja, pegawai diwajibkan memakai masker, mempertahankan jarak, dan mengikuti jam kerja yang dikontrol oleh administrasi,” bebernya.
Menurut Hendra, ZINC turut menunjukkan pertolongan selama pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia. Pihaknya menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan peralatan medis.
Sejumlah masker dan hand sanitizer didistribusikan ke lebih dari 10 Rumah Sakit yang tersebar di Jabodetabek dan Kalimantan. Kemudian, ZINC juga memperlihatkan pinjaman sembako terhadap penduduk yang terdampak pandemi Covid-19 di sekeliling Jakarta dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
“Sumbangan yang disalurkan sebagian besar berasal dari bantuan yang dikumpulkan oleh administrasi ZINC dan kalau dirupiahkan lebih dari Rp566 juta, bantuan ini ialah bab dari bentuk tanggung jawab perusahaan untuk menolong masyarakat dan pemerintah” tutup Hendra.