Advokat Tewas Lawan Tambang Ilegal, Kementerian Esdm Sempat Surati Bareskrim Minta Tertibkan

Jakarta, Tambang – Seorang advokat berjulukan Jurkani tewas dianiaya dikala sedang melawan tambang ilegal di Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebelum insiden naas itu, Kementerian ESDM sudah mengetahui adanya aktivitas penambangan liar, dan sempat melayangkan surat ke Bareskrim Polri untuk secepatnya melakukan penertiban.

“Sebelum insiden tersebut terjadi, kami telah bersurat ke Bareskrim untuk dilaksanakan penertiban,” kata Direktur Teknik Dan Lingkungan Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Lana Saria lewat keterangannya, Rabu (22/12).

Belakangan ini, kata Lana, agresi penambangan batu bara ilegal di Kalsel marak akhir dipicu tren harga yang sedang melambung tinggi. Umumnya, penambang ilegal mengincar daerah yang dimiliki oleh perusahaan berizin. 

“Untuk tambang ilegal di Kalsel lebih banyak untuk komoditas batubara di dalam wilayah izin. Yang dilakukan oleh Kementerian ESDM yaitu berkoordinasi dengan polisi untuk dilaksanakan penertiban,” bebernya.

Terkait insiden penganiayaan Jurkani, Polda Kalsel sudah menetapkan dua orang tersangka. Selama proses penyelidikan, Kementerian ESDM mengaku tidak dilibatkan. Pasalnya, Kementerian ESDM tidak mempunyai kewenangan dalam penertiban dan penindakan tambang ilegal.

“Kami tidak dilibatkan. Mengingat kita tak memiliki kewenangan dalam penertiban pertambangan tanpa izin, maka yang mampu kita kerjakan yaitu melaporkan kejadian yang dilaporkan kepada kami kepada Polda dan Polres lokal,” beber Lana.

Untuk dikenali, Jurkani tewas sesudah mengalami luka bacok parah di lokasi tambang ilegal di Angsana, Tanah Bumbu. Ia dianiaya dikala bertugas sebagai Kuasa Hukum PT Anzawara Satria, perusahaan batu bara yang konsesinya diserobot penambang liar. Atas insiden itu, polisi memutuskan dua orang tersangka dan mengejar dua orang diduga pelaku yang lain.