Amman Mineral Kirim Anak Sekolah Binaan Ikut Kompetisi Pendidikan Internasional

Jakarta, TAMBANG – Sekolah Buin Batu binaan PT Amman Mineral yang berada di area tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi pendidikan tingkat internasional. Para siswa akan berlomba dalam bidang seni dan ilmu pasti pada 8 -13 November 2019.

 

Superintendent Media Relations & Special Projects Amman Mineral, Baiq Idayani mengungkapkan, ada  9 pelajar dari kelas 8 dan 9 Sekolah Buin Batu, yang mewakili Indonesia dalam ajang “Final World Scholar’s Cup – Tournament of Champions” di Universitas Yale, Amerika Serikat.

 

“Sebelumya, mereka sudah lolos persaingan tingkat regional di Bali dan tampil sangat bagus di tingkat global di Manila yang diikuti oleh sekitar 50.000 penerima pada September lalu,” ungkap Baiq dalam informasi resmi yang diterima tambang.co.id, Selasa (5/11).

Baiq mengaku bangga dengan prestasi siswa-siswi Sekolah Buin Batu.  Ia percaya dengan mengikuti ajang persaingan di tingkat internasional ini, para siswa kian termotivasi untuk lebih memajukan prestasi.

 

“Dan menjinjing harum nama Indonesia di ajang-ajang perlombaan lainnya,” kata Baiq.

 

Sebagai berita, Sekolah Buin Batu yakni sekolah yang berada di townsite tambang Batu Hijau. Murid-murid di sekolah tersebut merupakan putra dan putri dari karyawan dan mitra bisnis Amman Mineral.

 

Sekolah ini dikontrol oleh Yayasan Pendidikan Buin Batu Sumbawa dengan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Sekolah mengadopsi kurikulum nasional untuk sekolah tingkat dasar sampai menengah atas. Saat ini, ada 219 siswa dan siswi yang mengenyam pendidikan di Sekolah Buin Batu.

 

Pada tahun ini, Amman Mineral menginisiasi pelatihan pemantapan materi dan bedah SKL bagi Guru SMA/MA dan Sekolah Menengah kejuruan yang ada di tiga kecamatan lingkar tambang. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk memajukan daya saing siswa di lingkar tambang Batu Hijau dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan keterbukaan saluran penerimaan siswa di Perguruan Tinggi ternama.

 

“Dalam upaya kenaikan kapasitas ini, sebanyak 12 pakar bidang studi pendidikan dari salah satu forum berguru terkemuka di Indonesia dihadirkan sebagai pemberi materi,” ujar Baiq.