Anak Perjuangan J Resources Lakukan Aktivitas Khitanan Massal Buat Anak Lingkar Tambang

Jakarta,TAMBANG,- PT Arafura Surya Alam (PT ASA), Anak Usaha PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB) melaksanakan aktivitas khitanan massal gratis. Kegiatan ini dikerjakan di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.

Untuk aktivitas ini, PT ASA menggandeng Puskesmas Kotabunan. Puskesmas Kotabunan memiliki tenaga professional yang cekatan dan terlatih dalam melakukan khitan. Selain itu, Puskesmas Kotabunan juga merupakan kawan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT ASA.

Kegiatan khitanan massal ini dibuka Camat Kotabunan, Ahmad Al Heid yang didampingi perwakilan management PT ASA, Andreas Harysaputra Bolitobi selaku Manager External Relations. “Puskesmas Kotabunan menyiapkan 4 kawasan khitan dengan waktu proses khitan masing-masing kurang lebih 30 menit. Sejumlah 49 anak telah mengikuti khitanan massal yang disupport penuh oleh PT ASA. Para keluarga pasti sungguh terbantu, anak-anaknya bisa dibantu khitan oleh PT ASA.”ungkap Ahmad Al Heid, Camat Kotabunan.

Untuk dimengerti, aktivitas khitanan massal ini merupakan salah satu Program Pemberdaayaan Masyarakat PT ASA di bidang kesehatan. Kegiatan ini sangat berguna bagi bawah umur alasannya dengan khitan akan meminimalkan resiko bisul dan penyakit. Salah seorang anak yang dikhitan juga mengaku senang dan tidak takut mengikuti khitanan massal ini. “Senang, soalnya nanti mampu kado” ungkap Gifrel Sehmat.

PT ASA sendiri ialah perusahaan tambang emas yang sedang dalam persiapan ke fase buatan. Meski belum berproduksi, perusahaan sudah melaksanakan banyak sekali aktivitas CSR yang mencakup beberapa bidang termasuk kesehatan seperti khitanan massal untuk bawah umur.

“Kami menyadari bahwa kesehatan bawah umur ke depan itu sangat penting. Di kurun pandemi ini, kami mengetahui bahwa sulitnya untuk melaksanakan khitanan sebab problem biaya. Disini ASA ingin berbagi bersama penduduk utamanya belum dewasa, untuk melaksakanan Khitanan Massal Anak Desa Lingkar Tambang” terang Andreas.