Anak Perjuangan J Resources Raih Penghargaan Tertinggi Dari Ditjen Minerba

Jakarta,TAMBANG, Mematuhi Kaidah Pertambangan yang baik dan benar (Good Mining Practices) telah merupakan keniscayaan bagi perusahaan tambang. Di dalamnya ada lima pilar utama yakni Modal, Teknologi, Manusia, Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku dan Environment – social License. Perusahaan disebut sukses menerapkan Good Mining Practices (GMP) bila sudah mematuhi aspek environment, health and safety, Asset, Karyawan dan Masyarakat sekitarnya.

Nilai keekonomian suatu usaha pertambangan diukur dengan kemampuan semua unsur organisasi untuk dapat menerapkan GMP dengan baik dan benar. Hal ini juga penting untuk menjaga keberlanjutan perjuangan pertambangan yang sifatnya melakukan ekstraksi sumber daya alam.

Dari segi lingkungan, Pemerintah mewajibkan perusahaan tambang untuk menjaga kinerja lingkungan tetap baik. Untuk itu, perusahaan wajib memenuhi semua persyaratan baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Termasuk di dalamnya tata kelola tanah epilog dan top soil. Aspek ini sangat penting dan memilih dalam kegiatan penataan kembali lahan dan revegetasi dengan tumbuhan yang sesuai dengan lahan juga native species.

Demikian juga dengan tata kelola air. Daerah tambang lazimnya mempunyai curah hujan cukup tinggi sehingga pengelolaan air menjadi penting. Perusahaan wajib memutuskan mutu air tetap tersadar sesuai standard baku mutu.

Kemudian revegetasi juga bukan hal mudah dalam proses menjaga luasan terbuka yang diijinkan untuk dikupas untuk operasi penambangan. Makin besar perusahaan membuka lahan makin besar juga yang harus ditutup. Hal ini dimaksud untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Akan lebih kompleks dengan kesesuaian Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan jikalau daerah tersebut di Hutan Produksi.

Aspek lain yang juga penting yakni faktor teknologi dan mutu SDM. Kedua pilar ini sungguh diperlukan untuk memastikan acara penambangan sesuai dengan kaidah penambangan dan konservasi mineral. Planning, pelaksanaan, evaluasi dan continues improvement untuk mempergunakan mineral seoptimal dan seefisien mungkin menjadi tolak ukur keberhasilan proses penambangan.

Komitmen tinggi PT J Resources Asia Pasifik, Tbk (PSAB) dalam menerapkan kaidah pertambangan ini berbuah cantik. Anak bisnisnya PT J Resources Bolaang Mongondow hari ini menerima Thropy (Terbaik) dalam Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik untuk Kelompok komoditas mineral.

Penghargaan tertinggi di sektor mineral ini diberikan eksklusif oleh Bapak Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin dan disaksikan secara Virtual oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Presdir PSAB Edi Permadi yang mendapatkan Thropy mengaku gembira dengan capain ini. “Ini buah dari kolaborasi semua tim. Kami selalu menempatkan aspek keselamatan dan tata kelola lingkungan yang bagus sebagai prioritas. Buah dari janji ini, kami menerima apresiasi ini. Ini akan memacu kami untuk lebih baik lagi ke depan,” tandasnya.

“Untuk seluruh tim JRBM, KTT dan seluruh tim yang mensupport ini semua sehingga kita mampu berkarya. Tim operation, tim keuangan, tim geologis, tim SCM, Tim EHS, Tim Corporate Affairs, Tim HR dan semua tim. Tetap semangat, Seorang supermen tidak cukup dan tidak berfaedah. Yang kita perlukan ketika ini ialah super tim “ungkapnya.

Edi juga mengakui tidak mudah beroperasi di periode pandemi covid 19. Situasi ini memberi tantangan tersendiri, sehingga bukan hal gampang menjaga sustainability produksi. “Namun demikian kami berusaha untuk tetap menjaga buatan semoga sesuai dengan planning penambangan di area main ridge dan Campsite di area Bakan,” katanya.

Selain itu bareng Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan penegak aturan yang sangat mendukung perusahaan juga mulai melaksanakan proses permulaan penambangan di area Jalina dan Tapagale yang juga berada di Kontrak Karya PT J Resources Bolaang Mangondow.

Dalam hal konservasi mineral, anak perusahaan PT J Resources Asia Pasifik, Tbk., yang ada di Penjom Malaysia sudah berhasil melaksanakan implementasi flotation process yang lebih baik. Dengan teknologi ini perusahaan mampu me- recover mineral yang ada di tailing facility.

“Teknologi ini yang kita siapkan juga untuk menjawab tantangan pemanfaatan limbah untuk dapat di ekstrak mineral kadar rendahnya dan mengolah sisanya menjadi dry tail yang hendak lebih comply ke lingkungan,” ujarnya lagi.

Selain di site Bakan Provinsi Sulawesi Utara, PSAB juga mengolah tambang emas di Seruyung, Kalimantan Utara yang dikontrol oleh PT Sago Prima Pratama dan lalu tambang emas di Penjom- Malaysia.

“Kami juga sementara melakukan proses antisipasi konstruksi PT ASA untuk komplemen buatan di Kuartal IV- 2021 dengan produksi equivalen dengan Bakan. Selain itu kita juga sementara melaksanakan green field project di Bolangitang dan Bulangidun. Lalu tambang Pani juga dalam tahapan obrolan rincian dengan PT Merdeka Copper Gold,Tbk dan Pemerintah,” tutupnya.