Antisipasi Darurat Bbm Dan Lpg, Den Ajak Rapat Dpr Dan Pertamina

Jakarta,TAMBANG,-Mengantisipasi keadaan darurat BBM dan LPG, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) melaksanakan kerjasama dengan Anggota dewan perwakilan rakyat dan Pertamina. Rakor ini dijalankan di Kantor Pertamina Regional Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan dan pertemuan video.

“Dalam pelaksanaan tugas itu, DEN melakukan identifikasi keadaan penyediaan dan keperluan energi terutama BBM dan LPG untuk mengantisipasi krisis energi dan/atau darurat energi yang tertuang dalam Perpres No. 41 Tahun 2016 ihwal Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi,” ujar Koordinator Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan Daryatmo Mardiyanto secara virtual, Selasa (4/5).

Tidak berlainan dengan Daryatmo, Anggota DEN dari Pemangku Kepantingan Satya Widya Yudya menjelaskan bagan penetapan krisis dan darurat energi, adalah dengan melakukan identifikasi dan pemantauan penyediaan dan keperluan energi dikerjakan oleh DEN, Kementerian ESDM, dan Badan Pengatur sesuai dengan kewenangannya.

“Gubernur mampu pula mengawasi ketersediaan dan kebutuhan energi, demikian juga Badan Usaha yang mendapat izin perjuangan penyediaan energi. Saat terjadi gangguan pasokan dan memenuhi dasar usulanpenetapan krisis dan/atau darurat energi, maka Gubernur atau Badan Usaha dapat menganjurkan penetapan tersebut kepada Menteri ESDM,” tambahnya.

Pada potensi ini, Anggota dewan perwakilan rakyat-RI Andi Yuliani Paris menyampaikan DEN dapat berperan untuk mampu membangun metode mitigasi keadaan energi yang besar lengan berkuasa di lingkungan Pemerintahan maupun Badan Usaha semoga tidak terjadi krisis energi. “Sistem mitigasi tersebut perlu dikembangkan, mengingat keadaan geografi Indonesia yang sungguh luas dan berisikan ribuan pulau,” imbuh Andi Yuliani.

Sementara, menurut Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak, untuk mendukung ketahanan energi pada sumber daya minyak bumi di Indonesia diharapkan penyediaan cadangan BBM. “Selain itu, untuk menjamin kontinuitas pasokan BBM, tubuh usaha perlu menawarkan cadangan operasional BBM,” tutur Alfon.

Pertamina pun berkomitmen untuk mendukung persiapan keadaan krisis dan/atau darurat BBM dan LPG. “Pertamina akan terus melaksanakan upaya persiapan tersebut untuk merealisasikan ketahanan dan kemandirian energi nasional pada faktor availability, acceptability, accessability, affordability, dan sustainability,” pungkas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.