Bawa Alat Berat, Penambang Ilegal Di Kalsel Nekat Terabas Police Line

Jakarta, TAMBANG — Sekelompok penambang ilegal di Desa Bunati, Angsana, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), nekat menerabas garis polisi atau police line. Sebanyak dua unit alat berat dibawa ke area tambang watu bara yang sudah disegel.

Bukannya tak bertuan, titik lokasi yang digarong penambang ilegal itu masuk kawasan konsesi PT Anzawara Satria. Menurut Legal Anzawara, Jurkani menyampaikan, pihaknya sempat menjajal menghalau kehadiran alat berat milik penambang ilegal tersebut.

“Minggu pagi sekitar pukul 10.20 WITA terpantau dua unit alat berat yang memasuki lahan konsesi Anzawara, dicegat oleh karyawan Anzawara. Kepada para sopir alat berat ditanyakan tujuannya memasuki ke arah lahan yang telah dipasang police line, namun mereka cuma menjawab perintah bos,” terperinci Jurkani lewat keterangan resmi, Minggu (17/10).

Melihat situasi ini, sambung Jurkani, pihaknya melapor ke Polsek Angsana. Setelah petugas kepolisian datang dengan kendaraan beroda empat patroli, jadinya dua unit alat berat tersebut pergi meninggalkan lokasi.

Namun demikian, para penambang ilegal itu tak jera, mereka balik di malam hari dengan menjinjing alat berat lagi.

Manager External Relation Anzawara, Emma Rivilla menjelaskan, police line tersebut sebelumnya dipasang oleh penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polisi Republik Indonesia, beberapa hari kemudian. Saat itu, pihaknya diminta oleh Bareskrim untuk turut memantau, apabila para penambang ilegal nekat kembali agar dilaporkan ke aparat.

“Kami diminta tim dari Bareskrim untuk memantau terus lahan yang masih dalam penyidikan. Kalau ada sesuatu, kami diminta lapor ke Bareskrim atau Polsek Angsana. Setelah siang dihalau keluar, malam ini mereka (penambang ilegal) masuk lagi, alasannya adalah itu kami akan laporkan ke Bareskrim dan juga ke Kapolri,” tegas Emma.