Jakarta, TAMBANG – Usaha pemerintah menggairahkan investasi hulu migas membuahkan hasil. BP Indonesia, salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama SKK Migas berencana meningkatkan investasinya di Indonesia untuk memajukan cadangan Tangguh di Papua dengan nilai investasi sekitar USD 4 miliar.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengungkapkan perihal keinginan BP Indonesia dikemukakan pada pekan lalu dikala bertemu dengan administrasi SKK Migas. Saat itu administrasi BP menyampaikan akan mengembangkan investasi di Indonesia, yakni melakukan pengembangan di Lapangan Ubadari serta Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).

“Kami menyambut besar hati karena memiliki arti perjuangan-perjuangan yang dilaksanakan SKK Migas dan pemerintah untuk mengembangkan investasi, membuahkan hasil,” ungkap Dwi, Senin (22/03/2021).

Untuk merealisasi planning investasi tersebut, BP akan segera berdiskusi dengan SKK Migas terkait problem keteknikan dan keekonomian proyek. Diharapkan, diskusi mampu segera melahirkan Plan of Development kedua, yang akan dipakai selaku dasar pengembangan Lapangan Ubadari.

Dwi berharap, langkah BP memajukan investasi ini akan secepatnya diikuti oleh kontraktor lainnya. Apalagi memasuki Maret 2021 harga minyak dunia membaik berkisar USD 60 hingga USD 70 per barel. Peningkatan harga ini lebih cepat dari yang diprediksikan para analis.

“Situasi harga minyak dunia yang pulih lebih singkat dan dibulan Maret 2021 bahkan sudah melebihi rata-rata harga minyak dunia di tahun 2019 diharapkan dapat mendorong KKKS meningkatkan aktivitas eksplorasi di luar acara yang telah disepakati pada work, program dan budget (W,PnB) 2021,” lanjut Dwi.

Investasi untuk pengembangan Lapangan Ubadari dimaksudkan untuk meningkatkan cadangan terbukti. Nantinya gas yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung operasional kilang LNG Tangguh1, 2 dan 3. Apabila terealisasi, dapat digunakan untuk melaksanakan ekspansi pasar. Lapangan Ubadari didapatkan pada tahun 1997, dan mulai dilaksanakan pemboran Eksplorasi pada tahun 2017.

BP juga berhasrat untuk mengembangkan dan menerapkan CCUS di Tangguh, yaitu teknologi yang mampu menangkap CO2 yang sudah dilepaskan ke atmosfer. CCUS merupakan teknologi akan meminimalkan emisi CO2. Dengan demikian penerapan CCUS di lapangan Tangguh ini juga akan mendukung keberhasilan akad Indonesia dalam melaksanakan komitmen Paris Agreement pada tahun 2015. Di mana Indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 29% hingga 41% pada tahun 2030. Penerapan CCUS akan meminimalisir emisi carbon sekitar 45%.

“Ini sungguh mengasyikkan sebab selain memberi kontribusi besar pada kesukesan komitmen pemerintah RI dalam mempertahankan lingkungan, juga akan mengembangkan buatan. Keuntungan lain, kegiatan ini juga akan mempertahankan Kilang LNG Tangguh tetap kompetitif, terutama dalam menghadapi negara-negara pembeli yang sensitif kepada berita lingkungan,” tutup Dwi.

Butuh Bantuan Atau Pertanyaan?

Achmad Hino siap membantu Anda dengan memberikan pelayanan dan penawaran terbaik.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Halo, Ada Yang Bisa Dibantu?