Bph Migas Kaji Pemenuhan Kebutuhan Energi Di Kalimantan

Tangerang Selatan, TAMBANG- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Pemenuhan Kebutuhan Energi di Kalimantan dalam Rangka Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia, di Hotel Grand Zury BSD City, Tangerang Selatan.

 

 

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengungkapkan, FGD dijalankan untuk menemukan gambaran kebutuhan riil energi khususnya gas bumi di Pulau Kalimantan dan asumsi keperluan gas bumi dalam rangka pengembangan infrastruktur, utamanya dibidang gas bumi terkait dengan rencana perpindahan  pusat pemerintahan Republik Indonesia ke Kalimantan.

 

Dalam sambutannya, Fanshurullah menyampaikan manfaat pengembangan gas bumi di Kalimantan, adalah tercapainya Ketahanan dan Kedaulatan Energi Nasional sehingga roda perekonomian berjalan dan kemakmuran penduduk meningkat. Selain itu, membantu pemerintah dalam pemenuhan energi dan pemanfaatan gas bumi dalam negeri sesuai dengan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional.

 

“Manfaat gas Bumi di Kalimantan juga untuk menyambungkan jaringan pipa gas bumi daerah Kalimantan (Trans Kalimantan),” ungkap Fanshurullah melalui keterangan resmi, Kamis (4/7).

 

Lebih lanjut M Fanshurullah Asa mengungkapkan, pengembangan gas bumi juga dapat menyanggupi keperluan gas bumi di sektor industri, pembangkit listrik sampai kebutuhan jaringan gas rumah tangga dan komersial di Kalimantan. Serta mewujudkan Kalimantan menjadi kawasan Green Energy.

 

 

Acara FGD dibuka oleh Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa dan dihadiri oleh para anggota Komite BPH Migas yaitu Hari Pratoyo, Jugi Prajogio, Hendry Ahmad, M. Lobo Balia, Sumihar Panjaitan, Saryono Hadiwijoyo serta jajaran manajemen dan staf BPH Migas. Selain itu hadir juga anggota dewan perwakilan rakyat-RI, anggota DPD-RI, Instansi Pemerintah Pusat, Gubernur, Walikota/Bupati se-Kalimantan, Praktisi, Bahan Usaha, dan Akademisi.