Dahana Siap Dirikan Pabrik Detonator Elektronik Pertama Di Indonesia

Jakarta, TAMBANG –  PT DAHANA (Persero), BUMN yang bergerak di bidang materi peledak pertahanan dan komersial akan mendirikan Pabrik Detonator Elektronik pertama di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT DAHANA (Persero) dengan mitranya dari Perancis Davey Bickford SAS di Kampus Dahana Subang pada Jumat, 30 Juli 2021.

Menurut Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono, kerjasama kedua belah pihak dijadwalkan dalam bentuk joint operation dengan kapasitas buatan awal sebanyak 150.000 pcs/shift/tahun. 

“Pada tahap permulaan, hasil produksi Detonator Elektronik ini akan diprioritaskan untuk menyanggupi keperluan dalam negeri apalagi dahulu. Namun dalam jangka panjang tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan ekspor ke mancanegara,” ujar Budi Antono dalam sambutannya.

Selain nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama Budi Antono, dilaksanakan juga penandatanganan Non disclosure agreement (NDA) oleh Direktur Teknologi & Pengembangan Wildan Widarman dan Rental Agreement untuk perlengkapan digital blasting equipment oleh Direktur Operasi Bambang Agung. Sementara dari Davey Bickford SAS diwakili oleh Lieustanto Rasjid, perwakilan di Indonesia.

Dukungan untuk program ini datang dari pemerintah melalui Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur Kementerian BUMN Liliek Mayasari. Liliek Mayasari mengungkapkan bahwa BUMN Industri Pertahanan mempunyai keunggulan solusi berbasis dual use of tehcnology yaitu pertahanan dan non pertahanan.

“PT DAHANA ialah salah satu BUMN yang tergabung dalam BUMN Industri Pertahanan. Semoga dengan pendirian Pabrik Detonator Listrik ini kian memperkuat posisi DAHANA selaku industri materi peledak, baik skala nasional maupun internasional,” ungkap Liliek Mayasari pada dikala memberikan sambutan secara virtual.

Detonator Elektronik ialah salah satu asesoris materi peledak yang biasa digunakan di sektor pertambangan. Detonator Elektronik berfungsi selaku pemantik materi peledak utama dengan keunggulan memiliki tingkat ketepatan yang tinggi di banding jenis detonator yang lain. Selain itu, Detonator Elektronik juga mampu mengembangkan hasil peledakan sebab akomodasi menertibkan waktu delay, mengurangi ground vibration dan airblast, keamanan yang lebih baik pada lingkungan berlistrik, serta lebih efisien dalam penggunaan jumlah detonator.

Pendirian kemudahan produksi di dalam negeri ini sejalan dengan instruksi Presiden RI pada dikala Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021 pada Maret lalu. Kala itu, Presiden Joko Widodo kembali meminta seluruh pemangku kepentingan untuk menggaungkan cinta produk Indonesia. Presiden juga meminta Kementerian Perdagangan harus punya kebijakan dan taktik yang tepat untuk membuatkan pasar produk nasional, contohnya dengan mendukung program besar hati bikinan Indonesia.

“Keberadaan pabrik-pabrik di dalam negeri pun secara otomatis akan meningkatkan TKDN yang sangat bagus untuk iklim perekonomian dalam negeri. Termasuk didalamnya pengurangan atau penghentian kuota impor di tahun 2022/2023,” tutur Budi Antono.

Beberapa kemudahan bikinan lainnya juga tengah dikebut penyelesaiannya. Pabrik Elemented Detonator (Non Electric) kapasitas 8 juta pcs/tahun yang berlokasi di Kawasan Energetic Material Center (EMC) Subang diawal tahun depan direncanakan telah mulai berproduksi.  Sementara dari Project Pembangunan Pabrik Amonium Nitrate DAHANA – PKT di Bontang direncanakan selesai tahun depan telah melakukan commissioning.