Dapat Pelengkap 3,2 Juta Ton Watu Bara, Pln: Prioritaskan Hop Rendah

JAKARTA, TAMBANG- Seiring dengan pelarangan ekspor oleh pemerintah akhir tahun lalu, PT PLN Persero malah mampu embel-embel pasokan kerikil bara sebesar 3,2 juta ton untuk satu bulan kedepan. Awalnya, suntikan bahan bakar pembangkit listrik itu direncanakan 5,1 juta ton.

Tambahan komitmen ini didapat dari para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya kondusif, PLN akan mengutamakan penyaluran kerikil bara tersebut bagi pembangkit-pembangkit listrik dengan level Hari Operasi-nya (HOP) rendah.

“PT PLN (Persero) terus berupaya memutuskan terpenuhinya pasokan kerikil bara untuk pembangkit listrik demi menjaga keandalan listrik dan melindungi kepentingan nasional,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, dikutip dari informasi resmi, Selasa (4/1).

Menurut Agung, Pengiriman dan pembongkaran batu bara yang dikerjakan PLN sudah dilaksanakan dengan cepat, efisien dan efektif untuk menawarkan pelayanan terbaik terhadap konsumen.

“Namun, PLN menegaskan bahwa kurun kritis ini belum terlewati. PLN mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki dan menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM serta para pemangku kepentingan yang lain yang terkait rantai pasok kerikil bara. Hal ini dikerjakan demi mengamankan pasokan kerikil bara hingga mencapai sekurang-kurangnya20 HOP,” ujarnya.

Pemerintah memang sudah memastikan bahwa keperluan batu bara untuk seluruh pembangkit listrik PLN ialah kepentingan nasional yang mesti didahulukan oleh setiap pemegang IUP dan IUPK.

Hal ini sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan peraturan perundang-seruan dalam rangka digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, tergolong dalam hal ini pemenuhan energi primer untuk keandalan operasi PLN.

“PLN juga memberikan terima kasih terhadap pemerintah, pemilik IUP dan IUPK, serta semua pihak terkait atas dukungannya dalam mengamankan ketahanan energi nasional,” pungkasnya.