Dilanda Krisis, Pemerintah India Optimalkan Produksi Batu Bara Untuk Pembangkit Listrik

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan watu bara pemerintah India terus mengalami kenaikan seiring pemulihan ekonomi pasca pandemi serta gelombang panas yang tak henti-henti dalam sementara waktu terakhir.

Untuk menangani hal tersebut, pemerintah India akan memajukan bikinan kerikil bara sampai 50 persen khususnya untuk sektor kelistrikan.

Dilansir dari Reuters, pemerintah India melalui Kementerian Lingkungan sudah mengijinkan tambang watu bara untuk mengembangkan buatan 40-50 persen meski tanpa feedback kepada masyarakatsetempat.

Hal ini sebenarnya bertentangan dengan misi India yang ingin meminimalisir tingkat polutan radioaktif di negara Bollywood tersebut.

Meski demikian, keputusan ini tetap diambil sehabis adanya seruan dari Kementerian Batu Bara India yang menunjukkan adanya kirisis pasokan batu bara domestik.

“Tekanan besar pada pasokan watu bara domestik di dalam negeri,” kata kementerian itu dalam suatu memo tertanggal 7 Mei, dikutip dari Reuters, Rabu (11/5).

Dalam memo juga disebutkan bahwa untuk menghadapi krisisi ini pemerintah India akan menerapkan ‘keringanan khusus’ yang mau berlaku selama enam bulan kedepan.

Di sisi lain, India juga bermaksud membuka kembali lebih dari 100 tambang batu bara yang sebelumnya terbengkalai. Hal ini untuk mensiasati krisis listrik terburuk lebih dari enam tahun terakhir yang didorong gelombang panas.

“(Proyek) Akan diberikan izin perluasan lingkungan untuk mengembangkan kapasitas produksi mereka hingga 50% dari kapasitas semula di area sewa tambang yang serupa, tanpa membutuhkan laporan evaluasi pengaruh lingkungan,” tulis memo itu.

Sebagaimana diketahui, India ialah negara produsen, importir, sekaligus pelanggan kerikil bara terbesar kedua di dunia setelah China. Hampir 75% keperluan listrik India masih memakai batu bara.