Ditjen Ebtke Perintahkan Penghentian Sementara Aktivitaspltp Sorik Merapi Ditutup Sementara

Jakarta,TAMBANG, Pada Senin (25/1) dilaporkan sudah terjadi paparan yang disangka gas H2S dikala aktivitas buka sumur (well discharge) sumur SM T02 di proyek panas bumi PLTP Sorik Merapi Unit II. Ada beberapa wagra masyarakat yang terpapar gas tersebut. Pemerintah dalam hal ini Ditjen EBTKE lewat Direktur Panas Bumi mengatakan telah menerima laporan terkait hal ini dan memerintahkan untuk dilarang sementara.

Sebagaimana diketahui kegiatan buka sumur ialah salah satu tahapan dalam pengoperasian PLTP dan dilakukan dengan prosedur yang ketat. Sebelum memulai buka sumur, PT SMGP melakukan seluruh rangkaian prosedur keselamatan antara lain sosialisasi terhadap semua pekerja dan penduduk , penyelamatan seluruh pekerja dari wellpad, penetapan batas perimeter aman, melengkapi tim well test dengan SCBA dan gas detector, dan akhir sweeping sebelum acara buka sumur dimulai.

Sekitar pukul 12.00 WIB, dilakukan buka sumur dengan mengalirkan steam ke silencer untuk dibersihkan sebelum dialirkan ke PLTP. Namun sekitar pukul 12.30 WIB dilaporkan ada masyarakat yang pingsan. Pada ketika itu, warga sedang berada di sawah yang berjarak sekitar 300 – 500 m dari lokasi sumur panas bumi. Pada dikala kejadian, seluruh alat gas detector yang diposisikan tidak mendeteksi adanya gas H2S. SMGP memutuskan secepatnya menutup kembali sumur.

Penanganan ketika ini difokuskan untuk memberikan pinjaman terhadap warga masyarakat terdampak. Status sementara terdapat 15 orang dirawat di RSUD Panyabungan dan 5 orang meninggal dunia. SMGP sudah melaporkan kejadian ini kepada instansi Pemerintah terkait, Pemerintah Daerah, dan Kepolisian.

Direktur Panas Bumi, Ida Nuryatin Finahari lewat pernyataan resminya hari ini (26/1) menyatakan telah mempublikasikan surat penghentian sementara seluruh acara/kegiatan PT SMGP di lapangan, termasuk penghentian operasi PLTP Unit I (45 MW), acara pengeboran dengan 2 unit rig, dan seluruh acara pengembangan PLTP Unit II. Kejadian tersebut ketika ini dalam proses pemeriksaan oleh Inspektur Panas Bumi yang dijadwalkan berangkat menuju lokasi hari ini (Selasa, 26/1).