Dorong Kemajuan Ekonomi, Pln Terangi Desa-Desa Terpencil Di Sulawesi Utara

JAKARTA, TAMBANG – Komitmen PT PLN (Persero) untuk menerangi sampai ke pelosok negeri terus berlanjut. Di permulaan tahun ini, perseroan sukses melistriki desa-desa terpencil di Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Awaluddin Hafid optimistis, kehadiran listrik mampu menggerakkan perekonomian warga sehingga dapat memacu perkembangan ekonomi daerah. Selain itu, dengan adanya kanal listrik maka akan bisa meningkatkan mutu hidup masyarakat, mengembangkan jalan masuk pendidikan, kesehatan dan saluran isu.

“Kami bersyukur berkat santunan masyarakat dan stakeholder, listrik mampu teraliri di desa -desa tersebut. PLN berkomitmen untuk melistriki desa demi desa dalam tempat 3 T untuk menghadirkan demi tercapainya kesejahteraan penduduk luas, dan bawah umur dapat mencar ilmu di malam hari,” kata Awaluddin dalam informasi tertulis, Rabu (16/2).

Adapun desa-desa tersebut antara lain, Desa Porabua, Desa Siluwi, Desa Konawendepiha, Desa Ueesi, Desa Wesinggote, Desa Watumendonga, Desa Ahilulu, Desa Alaaha, Desa Likuwalanapo, Desa Tongauna, dan Desa Puurau.

Dia menerangkan, dari peluangsebanyak 1.143 warga yang berada di desa-desa tersebut, sebanyak 417 konsumen sudah menikmati listrik. Sumber dana dalam melistriki tempat 3 T ini bersumber dari santunan Pemerintah lewat Penyertaan Modal Negara (PMN)  yang  bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini bernilai investasi sebesar Rp 18,56 miliar.

Infrastruktur tersebut ialah jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 54,76 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 31,27 kms, serta 13 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 650 kilo Volt Ampere (kVA).

Menurutnya, ini cuma merupakan tahap permulaan dari investasi PMN yang dilakukan PLN dalam rangka mengembangkan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik dalam rangka melaksanakan mandat dari Pemerintah selaku BUMN yang mengerjakan Public Service Obligation, serta fungsi sosial dalam rangka pemerataan pembangunan, mengembangkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi tempat.

“Kehadiran listrik di desa tempat terpencil ini dapat memperluas pemerataan kelistrikan. Sampai dengan Januari 2022, total Rasio Elektrifikasi Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 99,63 persen,” terperinci Awaluddin.

Ia mengungkapkan, proses pembangunan jaringan listrik untuk menerangi desa-desa tersebut tidak mudah. Tim PLN mesti menghadapi beragam tantangan, salah satunya persoalan geografis dengan medan yang sulit, menghabiskan biaya yang tak sedikit. Meski begitu, rintangan tersebut tetap ditempuh demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh di Kolaka Timur. Untuk sampai ke Kecamatan Ueesi, tim mesti menempuh jarak perjalanan selama tujuh jam dari Kota Kendari dengan jarak kurang lebih 100 km.

“Apalagi pada bulan tertentu pada dikala animo hujan yang berkepanjangan. Beberapa jalan masuk jalan juga terputus oleh sungai, sehingga untuk memobilisasi material hingga ke lokasi petugas menyeberang sungai memakai rakit,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kolaka Timur, Muhammad Isha Benhur mengapresiasi jerih payah PLN dalam mendatangkan listrik di desa-desa terpencil ini.

“Terima kasih terhadap PLN yang telah mewujudkan mimpi dengan membangun infrastruktur ketenagalistrikan dan kami bersyukur sehabis sekian usang, akhirnya penduduk telah mampu menikmati listrik,” ucapnya.

Isha optimitis, kedatangan listrik mampu meningkatkan produktivitas penduduk sehingga kegiatan perekonomian warga berkembangdan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan serta pastinya mutu kehidupan masyarakat akan meningkat pesat dengan mutu pendidikan, kesehatan dan kanal info yang lebih baik.

“Dengan datangnya listrik di Kecamatan Ueesi, kami yakin mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dari aspek pendidikan, perekonomian, dan aspek lainnya,” harap Isha.