Dua Wk Berhasil Dilelang, Pemerintah Dapat Signature Bonus Senilai Usd 700,000

Jakarta,TAMBANG,- Pameran dan Konvensi IPA Convex ke-45 sudah resmi ditutup Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto secara virtual pada Jumat (3/9) sore. Dwi menyebutkan tahun 2020 dan 2021 ialah tahun yang berat bagi seluruh industri termasuk hulu migas. Meskipun pandemi, tetapi industri hulu migas mesti tetap melaksanakan aneka macam upaya untuk melakukan eksplorasi dan bikinan demi mencapai target yang ditetapkan APBN.

”Industri  hulu migas, selain sebagai produsen energi, juga merupakan penggagas perekonomian nasional. Proyek-proyek migas telah mendorong hadirnya aktivitas-kegiatan perekonomian di berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Dwi.

Untuk jangka panjang, Dwi menerangkan pemerintah telah memutuskan target buatan migas sebesar 1 juta BOPD minyak bumi dan 12 BSCFD gas bumi pada 2030. Ia optimistis sasaran tersebut mampu tercapai, mengingat Indonesia masih memiliki kesempatansumber daya alam yang melimpah.

“Tentunya kita perlu mengintensifkan dan mempercepat program kerja untuk memburu beberapa acara yang tertunda dan juga kita perlu beberapa enabler untuk memonetisasi sumber daya pemanis dari eksplorasi migas dan area terbuka non konvensional,” ungkapnya.

Selain itu, Dwi menyebutkan bahwa upaya meraih sasaran tersebut menerima pinjaman kuat dari pemerintah. “Bapak Presiden RI dalam pidato kenegaraannya pada 16 Agustus 2021 telah menyebutkan beberapa strategi dan enabler untuk mencapai Rencana Jangka Panjang yang mencakup perbaikan regulasi dan fiscal,” tutur beliau.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah menyadari persaingan global untuk menerima investasi semakin ketat, terutama dengan adanya Pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah berusaha memperbaiki iklim investasi migas nasional dengan aneka macam perubahan kebijakan baik fiskal maupun nonfiscal mirip perbaikan kemudahan perpajakan, penetapan harga DMO (domestic market obligation) hingga 100% dari ICP untuk PSC Cost Recovery, dan pembebasan atau keringanan branch profit tax (BPT).

Sementara itu, Presiden IPA Gary Selbie, dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih atas pertolongan pemerintah dalam penyelenggaraan IPA Convex ke-45. “Kesediaan Menteri ESDM, Bapak Arifin Tasrif, yang mewakili Presiden Republik Indonesia untuk membuka program IPA Convex 2021 memberikan adanya pinjaman dan perhatian Pemerintah bagi keberlangsungan industri hulu migas nasional,” katanya.

Gary juga mengapresiasi Wakil Menteri Keuangan dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bersedia hadir selaku pembicara pada sesi Ministerial Round-table yang membahas topik The New Landscape of Oil and Gas Investment in Indonesia. “Kehadiran key-stakeholders dari luar sektor energi ini menawarkan adanya kerja sama yang sempurna demi mewujudkan sektor energi nasional yang besar lengan berkuasa,” ujarnya.

Menurut beliau, partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam acara IPA Convex 2021 melalui sejumlah diskusi yang ada menawarkan perhatian dan pemberian semua pihak kepada industri hulu migas demi memajukan iklim investasi migas di Indonesia.

“Seluruh diskusi berlangsung dengan baik dan hasil yang diperoleh selama 3 hari pelaksanaan IPA Convex akan ditindaklanjuti oleh IPA bareng para pemangku kepentingan yang ada di industri hulu migas ke depannya,” tambahnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, IPA Convex 2021 sudah mengadakan berbagai sesi diskusi yang membahas sejumlah hal yang menjadi perhatian bareng para pemangku di industri migas. Sesi-sesi diskusi yang diadakan antara lain Plenary Sessions, Technology Sessions, Business Matching, dan lainnya.

Dalam acara penutupan IPA Convex 2021 ini juga diumumkan hasil lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Tahap 1 yang sebelumnya telah ditawarkan secara publik pada Juli 2021. Daftar pemenang lelang ialah sebagai berikut mulai dari WK South CPP, pemenang tender yaitu PT Energi Mega Persada. WK Liman, pemenang Tender yakni Husky Energy international.

Dari kedua tender ini, total signature bonus yang diterima Pemerintah sebesar USD 700,000 dengan akad eksplorasi sebesar USD 20,300,000.

Berdasarkan data pihak penyelenggara program, IPA Convex kali ini didatangi oleh sekitar 10.018 partisipan, dengan sebanyak 23.632 hadirin dari 52 negara. Selain itu, IPA Convex juga diliput oleh sekitar 74 jurnalis yang terdiri dari  60 media.