Dukung Energi Hijau, Pln Siap Serap Listrik 4,5 Mw Dari Pltm Pantan Cuaca

JAKARTA, TAMBANG – PT PLN (Persero) siap menyerap produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Pantan Cuaca berkapasitas 4,5 megawatt (MW) yang hendak dibangun di Kabupaten Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) antara PLN dengan PT Hidro Jaya Konstruksi sebagaiprodusen listrik swasta ( Independent Power Producer /IPP). Perusahaan tersebut merupakan Special Purpose Company konsorsium antara PT Hidro Jaya Perkasa bersama perusahaan asal Korea Selatan, Dohwa Engineering Co. Ltd.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, beroperasinya PLTM Pantan Cuaca akan mampu mengembangkan bauran energi di Aceh. Proyek dengan nilai investasi Rp 160 miliar ini rencananya mulai beroperasi sarat pada 2024.

“PLN mendukung penuh operasional PLTM Pantan Cuaca ini. Tentunya produksi PLTM Pantan Cuaca pada tahun 2024 menjadi salah satu penunjang tercapainya sasaran bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025,” ujar Wiluyo, dikutip dari informasi resmi, Senin (21/2).

PLTM ini terletak di Kabupaten Gayo Lues yang secara kelistrikan ialah wilayah isolated yang selama ini pasokan listriknya ditopang dari genset. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam dan pariwisata serta diketahui selaku penghasil kopi Gayo Aceh.

Dia menyampaikan, PLN membeli listrik dari PLTM dengan harga yang kompetitif sebesar Rp 940 per kilowatthour (kWh) atau sebesar 6,57 sen USD/kWh. Ia juga menambahkan dengan operasional PLTM ini maka PLN berpeluang menekan BPP Aceh.

Saat ini BPP subsistem isolated setempat dibanderol Rp 1.800 per kWh, sehingga pembelian tenaga listrik dari PLTM ini menawarkan potensi penghematan sebesar Rp 22 miliar per tahun.

“Nantinya PLTM ini akan terhubung jaringan 20 kV penyulang Rikit Gaib di tata cara isolated Blangkejeren,” ujar Wiluyo.

GM PLN UIW Aceh, Abdul Mukhlis mengungkapkan, PLTM ini mengambil alih ketergantungan PLN terhadap diesel. Selama ini PLN mesti mengoperasikan dan menyewa genset.

“Oleh alasannya itu, dengan operasional PLTM ini bisa menghemat pemakaian genset sehingga bisa mengurangi,” ujar Abdul.

Perlu diketahui, pembangunan ini juga merupakan upaya PLN dalam mengimplementasikan Environmental, Social and Corporate Governance (ESG).

Direktur Utama PT Hidro Jaya Konstruksi, Baek Seunghwan berkomitmen untuk menuntaskan pembangkit ini dengan sempurna waktu. PLTM ini juga menurutnya selaku wujud pemberian Korea biar Indonesia bisa meraih energi bersih.

“Ini merupakan kolaborasi yang bagus antara Indonesia dan Korea. Harapannya, dengan PLTM ini maka bisa menurunkan emisi karbon dan menjaga lingkungan di Indonesia,” ujar Seunghwan.