Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, Den Imbau Titik Perkantoran Sediakan Fasilitas Isi Daya

 

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik. Untuk mendukung itu, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menyarankan biar setiap titik gedung perkantoran menawarkan stop kontak listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lahan parkir.

 

Menurutnya, hal ini dikerjakan semoga memudahkan pengguna mendapatkan lokasi pengisian ulang baterai.

 

“Setiap kantor diimbau untuk menawarkan stop kontak listrik di lahan parkiran sepeda motor. Untuk sepeda motor, pengisian baterai kendaraan di rumah atau kantor cukup. Sekali charge sekitar 4 jam, dapat dipakai selama 5 hari untuk perjalanan dari rumah menuju kantor, dan sebaliknya,” ungkap Djoko, di Jakarta, Selasa (1/10).

 

Djoko mengatakan, penggunaan kendaraan listrik dapat mengurangi polusi udara, konsumsi bahan bakar fosil, dan impor bahan bakar minyak (BBM).

 

“Tujuan penggunaan kendaraan listrik untuk lingkungan lebih higienis, mengurangi polusi udara, meminimalisir materi bakar fosil, dan mengurangi impor BBM. DEN mengimbau seluruh produsen kendaraan listrik mesti sudah mulai memproduksi kendaraan listrik dari kini,” lanjut Djoko.

 

Terkait kendaraan listrik, Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 wacana Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan. Perpres ini sudah diundangkan pada 12 Agustus 2019 kemudian.

 

Beleid tersebut menyebutkan percepatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBL berbasis baterai dalam negeri, pertolongan insentif, penyediaan infrastruktur pengisian listrik dan pengaturan tarif tenaga listrik untuk KBL berbasis baterai, pemenuhan ketentuan teknis KBL berbasis baterai, dan dukungan kepada lingkungan hidup.

 

Perpres ini juga bertujuan untuk mendorong adanya kenaikan efisiensi energi, ketahanan energi, dan konservasi energi sektor transportasi. Selain itu, terwujudnya energi higienis, mutu udara higienis dan ramah lingkungan, serta janji Indonesia menurunkan emisi gas rumah beling.

 

Sebagaimana dimengerti, Menteri ESDM Ignasius Jonan terus mendorong pemanfaatan kendaraan listrik. Kebutuhan listrik yang energinya dapat dipenuhi dari sumber-sumber energi domestik akan mengurangi impor BBM.

 

Di samping itu Pemerintah juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk dipakai sebagai energi alternatif untuk pembangkit listrik. Seperti misalnya penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kementerian ESDM gencar mensosialisasikan PLTS atap atau rooftop untuk dapat dipasang di gedung-gedung perkantoran dan di rumah-rumah eksklusif yang ada.