Esdm Ajak Kementerian Dan Lembaga Percepat Konversi Kendaraan Listrik

JAKARTA, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak Kementerian dan Lembaga pemerintahan untuk mempercepat acara nasional, ialah penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk angkutanjalan, khususnya kendaraan roda dua.

Plt Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana menyampaikan hal ini guna mengakselerasi penerapan KBLBB roda dua. Menurutnya, Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) menargetkan 13 juta unit KBLBB roda dua pada tahun 2030. Untuk merealisasikannya, Kementerian ESDM menginisiasi acara konversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik.

“Pada tahun 2021 sejumlah 100 unit sepeda motor listrik dinas operasional KESDM yang nilai bukunya telah Rp.0, dikonversi menjadi sepeda motor listrik” ujar Dadan pada Sosialisasi Program Konversi Sepeda Motor BBM menjadi Sepeda Motor Listrik di lingkungan Kementerian dan Lembaga, di Bogor, dikutip Selasa (25/1).

Menurut Dadan, Konversi dilaksanakan di Workshop Ketenagalistrikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE). Workshop ini sudah disertifikasi selaku Bengkel Pemasangan, Perawatan, dan Pemeriksaan Peralatan Instalasi Sistem Penggerak Motor Listrik pada Kendaraan Bermotor oleh Kementerian Perhubungan.

P3TEKEBTKE, kata ia telah menyelesaikan uji jalan 10.000 km untuk ketahanan (endurance test) dan pengujian ke Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor. Surat BPKB/STNK sepeda motor juga telah diadaptasi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) POLRI.

Dadan menguraikan pengguna sepeda motor konversi mengurangi pengeluaran ongkos BBM Rp. 2,78 juta/ tahun, belum termasuk ongkos ganti oli. Jika saat ini populasi kendaraan roda dua di Indonesia sebanyak 115 juta (data BPS 2020), maka acara ini memiliki peluang menciptakan efisiensi penggunaan BBM Rp. 319 triliun rupiah/tahun serta menurunkan emisi gas rumah beling sebesar 65 juta ton CO2.

“Untuk memenuhi sasaran GSEN tahun 2030 sejumlah 13 juta unit kendaraan roda 2, maka kesempatanpengurangan BBM sekitar Rp.36 triliun per tahun dan menurunkan emisi GRK 7,5 juta ton CO2e per tahun”, ungkapnya.

Kata Dadan, Kementerian ESDM akan memposisikan diri selaku katalisator acara konversi sepeda motor dan siap bekerja sama dengan kementerian/forum. Kesuksesan acara ini, akan membuka pasar dan mempercepat laju penerapan pada penduduk , sehingga akan turut menggiatkan perekonomian nasional dengan melibatkan sektor UMKM dan industri setempat.

Pada potensi yang sama, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan, Sripeni Inten Cahyani menjelaskan, pemerintah menargetkan enam juta kendaraan roda dua mampu dikonversi sampai lima tahun mendatang.

“Untuk mencapainya, Kementerian ESDM akan mengusulkan acara konversi menjadi mandatori bagi kendaraan operasional kementerian/forum dan pemerintah daerah, yang dianggarkan dalam APBN,” paparnya.

Inten menambahkan, berdasarkan data awal, sepeda motor kendaraan operasional di kementerian dan forum, sebagian besar diperoleh dari kala 2000-2010 dan 2010-2019. Kendaraan yang dibidik untuk dikonversi adalah sepeda motor BBM kendaraan operasional layak jalan dengan nilai buku Rp 0.

Untuk meraih target prototipe 1.000 unit sampai enam juta kendaraan, Inten berharap kementerian/lembaga mampu mempelopori program ini dengan anggaran antara Rp.9-10 juta/unit.