Esdm Mulai Eksplorasi Panas Bumi Di Cikakak, Sukabumi

Jakarta,TAMBANG,- Kementerian ESDM mulai melaksanakan eksplorasi panas bumi di Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini dimulai dengan Tajak Pengeboran Slim Hole disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono. Pengeboran ini ialah pengeboran sumur eksplorasi deep slim hole pertama kali yang memakai pembiayaan APBN.

“Hari ini menjadi momentum dalam pengembangan geothermal Indonesia dimana Pemerintah untuk pertama kalinya lewat Kementerian ESDM melaksanakan pengeboran sumur eksplorasi deep slim hole dengan menggunakan APBN,” ujar Menteri Arifin.

Kegiatan eksplorasi geothermal oleh Pemerintah ini bermaksud untuk menciptakan tingkat akurasi data yang lebih baik, sehingga mengurangi resiko di sisi hulu dan menurunkan harga listrik sampai ke depannya mampu bersaing dengan energi yang lain.

“Inti kegiatan ialah mengidentifikasi sumber daya panas bumi yang ada dilokasi ini. Kegiatan yang akan berlangsung sekitar 1-2 bulan ini akan menghasilakan data-data yang lebih akurat dan ini tentunya mampu membuat penanam modal tertarik untuk berinvestasi,” ungkap Arifin.

Arifin berharap, data-data yang lebih jelas akan memberikan fasilitas kepada penanam modal untuk bisa melakukan kajian keekonomiannya dan akan memberikan faedah dalam memilih tarif yang lebih hemat.

“Selama ini tarif panas bumi itu tidak kompetitif, sebab seluruh ongkos-ongkos itu sangat besar, resiko yang dikeluarkan untuk eksplorasi sangat tidak murah, dan tarif listrik biaya listrik yang dihasilkan dari geothermal itu paling tinggi diantara sumber-sumber energi lainnya,” terang Arifin.

Pemanfaatan sumber energi geothermal secara optimal juga sejalan dengan tuntutan penduduk dunia yang menginginkan penggunaan sumber-sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan tidak menciptakan emisi karbon, untuk ini geothermal yaitu salah satu solusinya.

“Tuntutan dunia dikala ini adalah menggunakan energi yang higienis mengambil alih sumber energi fosil, karena energi fosil menghasilkan emisi carbon yang menyebakan terjadinya perubahan iklim, temperature dunia naik tiap setiap tahun sehingga menjadikan pelelehan es di kutub yang mampu mengoptimalkan permukaan air maritim,” ujar Arifin.

Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono menyertakan, eksplorasi geothermal oleh pemerintah mempunyai tujuan untuk menciptakan tingkat akurasi data yang lebih baik sehingga menghemat resiko di segi hulu dan menurunkan harga listrik sampai ke depannya mampu berkompetisi dengan energi yang lain. Namun semua itu diharapkan proses dari mulai pengambilan data atau akuisisi data lewat survei geosains, metode geologi, geokimia dan geofisika sehingga ditentukanlah areal kesempatannya.

“Untuk tempat Cisolok-Cisukarame sumberdaya yang sudah teridentifikasi yakni sekitar 45 MWe pada kelas cadangan Mungkin (possible reserve) sehingga untuk membuktikannya diharapkan kegiatan pengeboran eksplorasi hingga meraih reservoir lewat pengeboran slim hole,”ujar Eko.

Untuk lokasi titik pengeboran Eko menyampaikan, ada 2 lokasi dengan planning kedalaman masing masing 2000 m. Kegiatan pengeboran slim hole di CKK-01 dijalankan pada Tahun 2021 sedangkan untuk pengeboran CKK-02 dilakukan pada tahun 2022.

Lokasi Wellpad CKK – 01 berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dan lokasi wellpad CKK-02 berada di areal masyarakat.

“Khusus untuk aktifitas geothermal sesuai UU No.21 Tahun 2014 dapat dilakukan di tempat konservasi dengan melalui Ijin Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi (IPJLPB) dan alhamdulillah telah dilaksanakan dan terbit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sementara untuk penggunaan di areal masyarakat lewat prosedur pembebasan lahan,” tandas Eko.

Eko berharap, dari acara ini akan ada multiple efek bagi penduduk sekitar, tidak hanya menciptakan data dan berita bawah permukaan saja yang didapatkan namun lazimnya bagi masyarakat yaitu peningkatan yang lebih baik lagi dari segi kesejahteraan, ekonomi, pemberdayaan penduduk , susukan jalan terbuka untuk mobilisasi penduduk dan pastinya membuka peluang tenaga kerja di tempat.