Esdm Susun Peta Jalan Pencahayaan Led

Jakarta,TAMBANG,- Kementerian ESDM tengah menyusun Roadmap Pengembangan Pencahayaan LED (Light Emitting Diode). Kegiatan ini ialah kolaborasi dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP). Untuk mewujdukan itu, dua unit Kementerian ESDM, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) dan Direktorat Konservasi Energi tengah melaksanakan acara Advancing Indonesia’s Lighting Market to High Efficient Technologies (ADLIGHT)

Penyusunan roadmap ini akan dilakukan selama tujuh bulan sampai November 2021. Rangkaian acara di antaranya survei ke industri LED dalam negeri. Juga focus group discussions dengan industri, kementerian, dan lembaga pembuat kebijakan, pembuatan model sistem dinamik, penyusunan konsep roadmap dan diakhiri dengan workshop dan diseminasi.

Survei dilaksanakan selama satu bulan hingga awal Juli 2021 lewat kuesioner online, wawancara dan kunjngan ke pabrik. Lokasi 41 industri yang disurvei tersebar di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Batam.

Saat melepas tim melakukan survei perdana ke pabrik LED di Tangerang (8/6), Kepala P3TKEBTKE, Haryanto menyampaikan bahwa roadmap akan memotret keadaan industri lampu LED dalam negeri. Roadmap tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan lampu LED dan mendorong kenaikan efisiensi energi di pencahayaan.

“Tim pelaksana P3TKEBTKE akan mengamati dari sisi bikinan teknologi, jumlah dan tipe LED yang ada di pasaran, keadaan pasar, tantangan yang dihadapi dengan target simpulan berupa rekomendasi intervensi kebijakan”, sambung Haryanto.

Proyek ADLIGHT dirancang untuk mendorong peningkatan penerapan teknologi lampu efisiensi tinggi lewat transformasi pasar nasional, sehingga dapat menghemat konsumsi listrik dan emisi gas rumah kaca (GRK). Tujuan tersebut dapat dicapai melalui penguatan industri lampu dalam negeri agar bisa memproduksi lampu irit energi berkualitas tinggi dan mendorong kemajuan industri EEL (Energy Efficient Lighting) dalam negeri. Pada tahun 2019, pasar lampu LED meningkat pesat dengan penjualan lebih dari 343 juta unit dan diprediksi akan terus meningkat menjadi satu miliar unit di 2030. Sayangnya, lebih dari 110 juta unit penjualan atau sekitar 30 persen masih berasal dari impor.

Bila dibandingkan compacted fluorescent lamp (CFL) atau lampu swa-balast, lampu LED mempunyai beberapa kelebihan adalah efisiensi, usia, color rendering yang lebih baik, serta tidak mengandung zat merkuri yang berbahaya. Efisiensi lampu LED juga lebih tinggi 25% sampai 75% dan ketahanan pencahayaan lebih baik, walau telah digunakan 4.000 jam. Oleh alasannya adalah itu, penggunaan LED akan mengurangi meningkatkan efisiensi energi, menghemat tagihan listrik, dan meminimalisir emisi di sektor ketenagalistrikan.