Genjot Produksi Migas, Kesdm Dan Kemenkeu Siapkan Tunjangan Fiskal

Jakarta, TAMBANG – Dukungan kepada pengembangan industri hulu migas terus dilaksanakan Pemerintah. salah satunya dengan memperbaiki fiscal term hulu migas yang diharapkan bisa menciptakan reformasi peraturan perjanjian hulu migas yang dapat mendorong peningkatan buatan migas.

Saat ini, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan tengah berkoordinasi untuk memperbaiki fiscal term tersebut supaya industri hulu migas sukses memainkan perannya pada saat Indonesia memasuki masa transisi energi, dengan tetap berkomitmen kepada penurunan emisi karbon.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan, Indonesia menargetkan kemajuan ekonomi 3,5% hingga 4% pada tahun 2021 dan 2022. Hal ini diharapkan dapat tercapai lewat donasi dari kenaikan bikinan industri hulu migas alasannya mengenang secara umum dikuasai industri di Indonesia masih berbasis migas.

Untuk mendorong mengembangkan produksi migas, perlu usaha bersama dari semua pihak. Boosting investment dalam industri migas memerlukan sumbangan berbentukperbaikan fiskal dan insentif. Selain perbaikan fiscal term, beberapa hal yang harus dilaksanakan yakni kepastian kesepakatan, efisiensi dan teknologi, serta good governance dan transparansi.

Menurut Sri Mulyani, desain industri hulu migas ini juga mesti sejalan dengan roadmap Indonesia menuju net zero emission yang ditargetkan pada tahun 2060.

“Kemenkeu, Kementerian ESDM, SKK Migas serta kalangan industri harus bekerja sama untuk menyusun kebijakan yang sesuai, untuk terus berbagi ketahanan energi yang mendukung perbaikan ekonomi,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021) yang digelar di Bali, dikutip Rabu (1/12).

Hal senada dikemukakan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Mustafid Gunawan. Di acara yang sama itu Mustafid menyampaikan, tantangan yang saat ini dialami industri migas Indonesia yaitu menawan kembali minat penanam modal dan memperbanyak perjuangan eksplorasi.

“Upaya-upaya yang ketika ini dilaksanakan yaitu menunjukkan fasilitas-kemudahan, seperti saluran data, kanal lelang dan perbaikan terms and conditions,” ungkapnya.