Global Ccs Institute Sambut Baik Rencana Pendanaan Untuk Teknologi Rendah Emisi

Jakarta,TAMBANG,- Lembaga internasional yang fokus pada teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, Global CCS Institute menyambut baik pengumuman terkait dana untuk pengembangan teknologi rendah emisi senilai USD 1 miliar. Sebagaimana dikenali Pemerintah Federal Australia memberikan ihwal dana teknologi senilai USD1 miliar untuk menyebarkan teknologi rendah emisi sambil menekankan perlunya kebijakan iklim yang tahan usang.

Dana tersebut akan diatur oleh Clean Energy Finance Corporation (CEFC) dan berusaha mempesona setengah dari pendanaan dari sektor swasta, yang memungkinkan CEFC untuk berinvestasi di area gres termasuk penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

General Manager – Commercial The Global CCS Institute, Alex Zapantis, menyampaikan CCS yakni salah satu solusi untuk meraih net-zero pada tahun 2050. “CCS sungguh penting selaku respons global terhadap pergeseran iklim. Saat ini telah tersedia secara komersial dan menjadi sebuah yang baik dalam memperkuat ekonomi dan mendukung upaya bareng . Kami memerlukan semua penyelesaian mitigasi iklim di aneka macam industri. Pengumuman prosedur pendanaan baru hadir di waktu yang sempurna ,”ungkap Zapantis.

Menurut Zapantis menyitis laporan status global baru-baru ini yang menyinari eksistensi CCS. Ia menyampaikan saat ini kemudahan CCS telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dengan kapasitas penangkapan CO2 dari semua fasilitas yang sedang dikembangkan meningkat 48 persen.

“Aplikasi CCS beragam, dengan penerapan yang timbul di industri hidrogen, baja, materi kimia dan pupuk serta semen. Lebih dari itu, teknologi penurunan emisi termasuk penangkapan eksklusif di udara akan sungguh penting dalam menghilangkan CO2 yang telah ada di atmosfer.” kata Zapantis.

Sementara dari segi harga untuk produk ini disebutk telah turun selama dekade terakhir dan akan terus turun. sehingga kritik terhadap CCS sebagai kegagalan atau terlalu mahal sudah ketinggalan zaman malah akan membahayakan upaya pengurangan emisi yang aktual.

“Kami menyambut baik peluangpendanaan untuk CCS dan solusi penghematan lainnya, investasi sektor swasta menuju net zero emission dan yang diperlukan akan didukung oleh kebijakan yang tahan lama dengan sasaran jangka pendek dan menengah yang terperinci.”pungkasnya.

Untuk dimengerti, Perdana Menteri Australia Scott Morrison beberapa waktu lalu mengatakan Pemerintah Australia akan mempersiapkan dana untuk pengembangan teknologi gres senilai $1 miliar. Dana ini ialah adonan dari Dana Komersialisasi Teknologi Rendah Emisi senilai USD500 juta selaku modal baru untuk Perusahaan Pembiayaan Energi Bersih (CEFC) ditambah USD$500 juta dari investor sektor swasta.

“Untuk meraih target net zerro emission pada tahun 2050, Australia akan konsentrasi pada pengembangan teknologi bukan pajak. Dana ini selaku bentuk dukungan pada perusahaan Australia untuk memperoleh penyelesaian gres,” ungkap Perdana Menteri.

Scott memastikan Australia dapat menjadi pemimpin dunia dalam menciptakan teknologi rendah emisi yang terjangkau dan terukur, membantu menurunkan emisi sekaligus membuat lapangan kerja.

Menteri Perindustrian, Energi dan Pengurangan Emisi Angus Taylor mengatakan dana tersebut memberikan akad Pemerintah untuk mencapai karbon netral lewat investasi di bidang teknologi. “Dana tersebut akan mendukung para inovator Australia untuk menyebarkan kekayaan intelektual mereka dan membuatkan bisnis mereka di Australia,” kata Menteri Taylor.

Ia meyakini pula bahwa ini akan mengatasi kesenjangan di pasar Australia, di mana saat ini perusahaan rintisan yang kecil, kompleks, dan berkonsentrasi pada teknologi dapat dianggap terlalu berisiko untuk didanai.

“Bersama dengan inisiatif baru lainnya, mirip peningkatan investasi dalam membangun tujuh Pusat Industri Hidrogen yang higienis di seluruh Australia, pengumuman hari ini membawa akad kami untuk lebih dari USD21 miliar investasi publik dalam teknologi rendah emisi pada tahun 2030,”lanjut Taylor.

Pemerintah akan memperkenalkan undang-undang untuk terkait pengumpulan dana yang diharapkan menunjukkan laba faktual bagi wajib pajak.

Dana tersebut dibangun di atas kesuksesan CEFC selaku bank hijau milik pemerintah terbesar di dunia. CEFC telah berkomitmen USD9,5 miliar di 220 proyek skala besar dan 23.700 transaksi skala kecil. Sehingga mendorong USD33 miliar investasi baru di seluruh segi perekonomian.