Ibukota Baru Butuh Komplemen Kapasitas Pembangkit 1.555 Mw

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kebutuhan listrik ibu kota baru di Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara akan meraih 1.196 MW. Dengan demikian diperlukan komplemen kapasitas pembangkit sekitar 1.555 MW untuk memasok listrik kawasan tersebut.

 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan keperluan pemanis tenaga listrik di ibu kota gres sekitar 1.196 MW sehingga membutuhkan pembangkit sekitar 1.555 MW (tergolong mempertahankan reserve margin 30%). Selain itu, untuk mempertahankan keandalan pasokan listrik di ibukota gres sebaiknya tidak cuma mengandalkan pasokan dari tata cara interkoneksi.

 

“Namun diharapkan perhiasan pembangkit baru yang berlokasi erat atau berada di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Rida dalam informasi resmi, Senin (28/10).

 

Rida menyertakan, menurut RUPTL PLN 2019-2028, pemanis pembangkit sampai dengan tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Timur hanya sebesar 691 MW. Oleh karena itu masih diharapkan komplemen pembangkit gres sekitar 864 MW di wilayah tersebut.

 

“Perlu percepatan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkit, transmisi dan distribusi tenaga listrik) untuk mendukung keandalan metode kelistrikan ibukota baru, sehingga RUPTL PLN 2019-2028 perlu pembiasaan,” lanjut Rida.

 

Saat ini keperluan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Timur dipasok oleh Sistem Interkoneksi Kalimantan yang ialah interkoneksi antara subsistem Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dan subsistem Mahakam di Kalimantan Timur. Kondisi kelistrikan di Sistem Interkoneksi Kalimantan adalah daya bisa netto 1.569,1 MW dengan beban puncak meraih 1.094,9 MW sehingga tersisa cadangan sebesar 474,2 MW (30%).

 

Untuk diketahui, Rasio elektrifikasi (RE) di Provinsi Kalimantan Timur status Juli 2019 ialah 99,99%. Adapun rasio elektrifikasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara adalah 99,99%.

 

Sedangkan beban listrik di Kabupaten Penajaman Paser Utara baru mencapai 15,89 MVA yang dipasok dari 1 GI, yaitu GI Petung dengan kapasitas GI sebesar 90 MVA. Beban listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara gres mencapai 117,54 MVA yang dipasok dari 3 GI, adalah GI Karang Joang, GI Manggarsari, dan GI Senipah dengan total kapasitas GI sebesar 290 MVA.

 

Spesifikasi pengembangan kelistrikan ibukota gres yang ideal menurut Rida ialah, Zero down time (perlu sekurang-kurangnya3 layers sumber pasokan tenaga listrik), Circular configuration grid & smart grid (termasuk dilengkapi Energy Storage System – ESS), Jaringan tegangan tinggi, menengah, dan rendah (TT, TM, & TR) memakai under ground cable, Pembangkit EBT untuk menggantikan dominasi PLTU dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).