Ignasius Jonan: Petrokimia Jadi Kurun Depan Industri Migas

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mendorong peningkatan bisnis petrokimia selaku salah satu industri hilir migas. Hal ini dijalankan demi menjaga tren industri migas.

 

Jonan mengungkapkan, semakin kompetitifnya kompetisi industri di semua sektor menuntut sektor energi melaksanakan penyesuaian dan penemuan.

 

Oil and gas masih penting, the future is petrochemical (petrokimia). Minyaknya dimanfaatkan untuk petrochemical, banyak turunan yang bisa dibikin dari minyak tersebut,” ungkap Jonan dalam keterangan resmi, Senin (21/10).

 

Menurutnya, pengelolaan dan pemanfaatan migas dijalankan demi meningkatkan pengaruh multiplier output perekonomian nasional. Terlebih selama ini migas lebih dimandatkan sebagai bahan bakar kendaraan, bukan sebagai materi baku petrokimia.

 

“Kultur aktivitas migas ini harus di-adjust,” tegasnya.

 

Ketergantungan banyak usaha kepada olahan migas, sambung Jonan, membuat industri petrokimia masih mempunyai abad depan yang lebih cerah. Apalagi Pemerintah telah menugaskan terhadap Pertamina untuk membangun refinery atau kilang pengolahan minyak bumi menjadi petrokimia.

 

“Mau tau mau, suka tak suka, midstream ke depannya market-nya petrokimia,” tuturnya.

 

Saat ini, kapasitas pengolahan petrokimia milik Pertamina hanya sebesar 700 kiloton per annum (ktpa). Akan tetapi, kapasitasnya akan bertambah secara sedikit demi sedikit seiring hadirnya dua kilang gres, yakni Tuban dan Bontang, serta empat kilang eksisting hasil revitalisasi (kilang Balikpapan, Cilacap, Balongan dan Dumai). Jika telah berakhir tahun 2026 nanti, bikinan petrokimia Pertamina ditargetkan bisa mencapai sekitar 6.600 ktpa.

 

Sebagai regulator, Jonan mengungkapkan keterbukaan Pemerintah terhadap segala masukan konstruktif terhadap pengembangan industri Migas.

 

“Pemerintah sendiri mendapatkan masukan apa saja yang harus diperbaiki agar industri ini tumbuh dengan baik. Yang lebih penting lagi ini biar fairness-nya ada,” pungkas Jonan.