Jakarta,TAMBANG, Indonesia seperti negara lain terus berbenah di tengah pandemi Covid-19 yang mulai melandai. Dalam upaya pemulihan ekonomi itu, tugas dan kontribusi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional masih penting dalam upaya. Salah satunya sebagai sumber energi mengenang migas masih mendominasi selaku sumber energi di Indonesia saat ini dan kurun mendatang.

Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dikala membuka Pameran dan Konvensi IPA ke-45 tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual. “Migas merupakan salah satu sumber energi yang masih mendominasi di Indonesia, selain batu bara dan energi terbarukan. Industri ini juga merupakan pencetus perekonomian nasional. Keberadaan industri migas sudah mendorong munculnya kegiatan perekonomian lain di setiap kawasan kerja,” ujar Arifin Tasrif.

Pameran dan Konvensi IPA ke-45 tahun ini mengusung tema “Realizing Indonesia’s Energy Vision Post Pandemic”. Acara tahunan yang dilaksanakan Indonesian Petroleum Association (IPA) bekerja sama dengan Dyandra Promosindo sebagai co-organizer, serta disokong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan SKK Migas akan berjalan selama tiga hari.

Menteri Arifin juga menerangkan sebagai salah satu sektor kritikal, industri migas mesti tetap melaksanakan aktivitas guna mencari dan memproduksi migas mengingat kebutuhan energi Indonesia sangat besar. “Pemerintah tetap optimistis untuk meningkatkan produksi migas melalui aktivitas eksplorasi dan produksi yang lebih masif dan garang, dengan sasaran produksi minyak sebesar 1 juta BOPD dan gas sebesar 12 BSCFD pada 2030. Dalam upaya meraih target tersebut, seluruh pelaku industri hulu diperlukan dapat melakukan taktik secara extraordinary,” ungkap Menteri Arifin.

Selain mendorong kenaikan produksi migas pemerintah meurut Menteri Arifin juga tengah konsentrasi dalam menurunkan emisi karbon. Untuk itu, pemerintah sedang menyelesaikan penyusunan Strategi Energi Nasional yang berisi dua acara penting, ialah kenaikan produksi migas dan penurunan emisi karbon.

“Semoga dengan dilakukan rangkaian agenda IPA ke-45, seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas Indonesia dapat kembali memantapkan niat, upaya dan kerja keras bersama untuk mewujudkan Indonesia selaku kawasan yang sempurna untuk berinvestasi sehingga memberi manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.

Pada potensi yang serupa, Presiden IPA, Gary Selbie, mengatakan pandemi Covid-19 yang telah berjalan selama 1,5 tahun ini telah menjadi saat-saat transformasi bersejarah bagi seluruh industri, tergolong hulu migas. Pelaku industri hulu migas di Indonesia harus mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada, terutama ikut mempertahankan daya tarik investasi.

“Industri hulu migas yang berpengaruh akan berdampak faktual pada perekonomian nasional alasannya adalah mempunyai multiplier effect, baik terhadap sektor penunjang maupun pengguna,” ujar Gary.

IPA mengapresiasi upaya Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan industri hulu migas. IPA juga berterima kasih atas perhatian dan kerja sama yang terjalin demi mewujudkan ketahanan energi nasional yang berpengaruh dan solid. “IPA percaya, bahwa Indonesia masih mempunyai pesona yang berpengaruh dari segi harapan atau cadangan migas. Masih banyak cekungan atau target eksplorasi di Indonesia yang belum dikembangkan,” tambahnya.

Merespons upaya pemerintah menurunkan emisi karbon, lanjut Gary, disadari perlunya keseimbangan antara pencapaian sasaran produksi migas dengan penurunan emisi karbon. Hal ini mampu menghadirkan kejelasan bagi penanam modal migas global yang akan menanamkan modal di Indonesia.

“Gas bumi merupakan salah satu solusi bagi pemenuhan energi bersih di masa mendatang. Apalagi, serapan gas bumi di dalam negeri masih relatif rendah dan potensial untuk dikembangkan,” ungkap Gary.

Untuk itu, kebijakan penurunan harga gas bumi bagi industri dan diikuti dengan pembangunan infrastruktur gas bumi yang mencukupi mampu dijadikan momentum untuk memajukan serapan gas bumi.

Adapun terkait penyelenggaraan IPA Convex 2021, Gary berharap acara hulu migas terbesar di Indonesia ini dapat menjadi ajang yang tepat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk dapat berkolaborasi demi mengembangkan daya tarik investasi Indonesia terutama di mata investor global.

Secara khusus, dari segi pameran, IPA Convex 2021 menghadirkan virtual exhibition yang diikuti oleh puluhan perusahaan akseptor bazar, berisikan KKKS nasional dan internasional, perusahaan jasa pendukung, forum pemerintahan dan sebagainya. Perhelatan IPA Convex 2021 ini disokong sarat oleh para sponsor yang berisikan perusahaan-perusahaan migas nasional dan internasional seperti Pertamina, bp Indonesia, Schlumberger, MedcoEnergi, Mubadala Petroleum, Chevron Pacific Indonesia, ExxonMobil Indonesia, INPEX Masela, Petronas, Premier Oil, Repsol, dan yang lain.

Selain itu, IPA Convex 2021 juga turut diramaikan dengan partisipasi dari para asosiasi, seperti American Association of Petroleum Geologist (AAPG) Indonesia, Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Society of Exploration Geophysicists (SGE), dan Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I).

Turut serta terlibat dalam IPA Convex 2021, dari universitas swasta dan negeri di Indonesia, di antaranya ITS, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti, Universitas Lampung, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Pancasila, Universitas Bhayangkara, Institut Teknologi Sumatera, dan Universitas Tanri Abeng.

Butuh Bantuan Atau Pertanyaan?

Achmad Hino siap membantu Anda dengan memberikan pelayanan dan penawaran terbaik.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Halo, Ada Yang Bisa Dibantu?