Investasi Sektor Usaha Jasa Pertambangan Tetap Berkembang Di Tengah Pandemi

Jakarta,TAMBANG. Harus diakui pandemic covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia juga berimbas pada sektor pertambangan. Harga komoditi khusus watu bara sempat melemah diantaranya alasannya usul energi yang menurun. Namun dari sisi kinerja bikinan tidak banyak kuat. Hal ini memberi pengaruh konkret bagi investasi di sektor usaha jasa pertambangan.

Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM Lana Saria menyuguhkan beberapa data yang menawarkan hal ini. Ia menyampaikannya dikala menjadi pembicara dalam Seminar Indonesia Mining Outlook 2021 pada Rabu (16/12). Seminar yang  dijalankan secara Daring ini ialah even tahunan Majalah TAMBANG.

Dari sisi jumlah Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) menunjukkan kenaikan. Pada tahun 2019, jumlah IUJP sebanyak 691 IUJP. Di tahun 2020 hingga triwulan III tahun ini jumlahnya mencapai 695 IUJP.

“Data hingga kuartal III tahun sebab pada Juni 2020 silam UU No.3 tahun 2020 diterbitkan. Sambil menunggu diterbitkan aturan turunan berupa PP, Pemerintah tidak mengeluarkan Izin gres,”terang Lana Saria.

Sementara realisasi investasi dari permulaan tahun sampai Oktober mencapai Rp.70,31 triliun. Sementara realisasi investasi di tahun 2019 sebesar 56,07 triliun. Kemudian bantuan pada penerimaan negara tahun 2019 meraih Rp 6,61 triliun. Lebih tinggi dari capaian tahun 2018 sebesar Rp6,52 triliun.

“Peningkatan investasi ini lewat pembelian peralatan, pembangunan infrastruktur dan lainnya,”jelas Lana.

Ia mengakui di kala pandemi tantangan paling besar dari Pemerintah terkait dengan acara pengawasan yang selama ini dikerjakan melalui Inspektur Tambang. Sehingga training dan pengawasan yang dilakukan secara virtual.