Jadi Jubir G20, Maudy Ayunda Ajak Masyarakat Dukung Transisi Energi

Jakarta, TAMBANG – Juru bicara (Jubir) presidensi G20, Maudy Ayunda mengajak masyarakat untuk mendukung proses transisi energi dari energi fosil menuju energi non fosil yang ramah lingkungan.

Menurut penyanyi sekaligus aktris ini, upaya yang mampu dijalankan penduduk untuk mensukseskan program tersebut salah satunya dengan menggalakkan penggunaan kendaraan listrik.

“Membangun ekosistem kendaraan listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan penerapan transisi energi berkelanjutan atau energi hijau. Tujuannya untuk mengajak masyarakat memakai transportasi yang ramah lingkungan,” kata maudy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/5).

Presiden G20 Indonesia sendiri menjadi salah satu ajang pembuktian bagi Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat. Penggunaan kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian baterai bahkan mendai keseriusan pemerintah dalam melaksanakan transisi energi berkesinambungan dan berkesibambungan.

Menurut Maudy, transisi energi berkesinambungan memiliki tingkat urgensi yang sungguh tinggi sehingga harus menjadi perhatian semua pihak. Masyarakat pun bisa turut ambil bab untuk terlibat eksklusif dalam mendukung hal tersebut. “Aktivitas sederhana yang secara perlahan mampu kita transisikan yaitu penggunaan transportasi umum untuk mengurangi energi gas buang,” harapnya.

Selama gelaran G20, ungkap Maudy, kendaraan listrik juga dimanfaatkan sebagai angkutanutama. Hal ini sekaligus sebagai salah satu seni manajemen untuk mencapai target indonesia menurunkan emisi sebanyak 29 persen pada 2030 dan emisi nol pada 2060.

Sebagai salah satu berita prioritas Presidensi G20 Indonesia, pemerintah menyinari pengaruh perubahan iklim yang diakibatkan oleh sektor energi yang berkaitan dalam keseharian masyarakat. Peralihan menuju energi higienis diperlukan menjadi titik tolak bagi semua pihak negara G20 dalam menanggulangi ancaman serius berita tersebut sebagai janji bersama (global deal) yang perlu segera dikerjakan.

“Sektor energi merupakan kontributor perubahan iklim paling mayoritas yang menyumbang hampir 90 persen dari emisi CO2 secara global. Studi terbaru bahkan menyebutkan suhu tahunan bumi diperkirakan naik hingga 1,5 derajat celsius selama lima tahun ke depan. Aktivitas insan juga telah memiliki efek luas pada kerusakan atmosfer, bahari, kriosfer, dan biosfer, sehingga mengakibatkan kerugian dan kerusakan alam permanen di wajah bumi,” ungkap Maudy.

Fakta terbaru yang diungkap oleh World Health Organization (WHO) menyatakan perubahan iklim memang bahaya terbesar kesehatan global di kala 21.

“Munculnya banyak penyakit gres hingga menyebabkan pandemi di seluruh dunia tergolong Indonesia adalah salah satu efek faktual ancaman pergantian iklim ini,” terperinci Maudy.

Tiga Isu Transisi Energi

Perempuan yang juga menekuni dunia model ini lalu mengatakan, bahwa guna mendorong proses tersebut, pemerintah mengupayakan 3 (tiga) info transisi energi yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia.

Pertama, energy accessibility atau ekses energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan dapat dipercaya. Tujuannya, untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam memfasilitasi saluran ke penelitian dan teknologi higienis termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi bahan bakar fosil yang maju dan lebih higienis, serta mendorong investasi dalam infrastruktur energi dan teknologi energi higienis.

“Hal ini juga mendorong pencapaian target sustainable development nomor 7 yang batas waktunya hingga 2030,” tambah Maudy.

Kedua, smart and clean energy technology, yakni mendorong implementasi teknologi arif dan higienis, baik dalam konteks efisiensi energi, pengurangan emisi, maupun pengembangan energi terbarukan.

Ketiga, advancing energy financing, yaitu pembiayaan untuk mendukung dua poin sebelumnya. Maudy menyampaikan, sketsa dan prosedur pembiayaan perlu dikembangkan dan menghemat berbagai kendala dengan menggalang kolaborasi semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun filantropi dengan versi bisnis atau public-private partnership yang inovatif.