Jaga Lingkungan, Ptba Bangkit Botanical Garden Di Lahan Bekas Tambang Seluas 17 Hektar

Jakarta, TAMBANGPT Bukit Asam Tbk (PTBA), perusahaan pelat merah yang bergerak di pertambangan watu bara, akan membangun Botanical Garden (taman koleksi) seluas 17 hektar di lahan bekas tambang. Selain untuk mempertahankan kelestarian lingkungan, aksi korporasi ini juga selaku usaha perseroan untuk mengembangkan nilai tambah.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail berharap Botanical Garden dapat mendukung perekonomian penduduk dari sektor pariwisata. Apalagi PTBA memiliki acara menyebabkan Tanjung Enim sebagai kota rekreasi.

“Botanical Garden nantinya akan menjadi salah satu destinasi rekreasi dari lahan bekas tambang yang menawarkan nilai tambah. Ini sejalan dengan Noble Purpose MIND ID dan bukti positif dari kami bahwa PTBA bukan sekadar menambang,” kata Arsal dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/6).

Arsal menyebut, di dalam Botanical Garden terdapat tanaman nusantara yang berasal dari seluruh Indonesia. Terdiri dari beberapa bioregion mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jawa dan Bali, Maluku, Sunda Kecil.

“Kami melihat Botanical Garden ini mendukung tujuan kami menimbulkan Tanjung Enim sebagai kota wisata. Kami tidak mau Tanjung Enim menjadi kota mati setelah tambang habis,” papar Arsal.

Agar dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, Botanical Garden akan dilengkapi dengan banyak sekali infrastruktur penunjuang mirip gerbang dan ticketing, kantor pengelola, daerah parkir, signage, bangunan edukasi, food court, daerah berkemah, cottage, musala, toilet lazim dan lainnya yang ketika ini sedang dalam proses tender.

Pada potensi yang serupa, Komisaris Utama MIND ID, Doni Monardo memberikan apresiasi terhadap PTBA yang dinilai telah menerapkan Good Mining Practice untuk menghemat kerusakan lingkungan.

“PTBA tergolong salah satu perusahaan tambang yang peduli pada aspek linkungan. Bahkan tahun kemudian menerima status proper emas. Praktis-mudahan bisa terus ditingkatkan,” kata Doni.

Ia berpesan agar PTBA tak hanya sekadar melaksanakan reklamasi, tetapi juga mengembangkan tumbuhan-tanaman yang bernilai irit di lahan-lahan bekas tambang.

“Ini harus diperluas untuk jenis-jenis pohon yang punya fungsi ekologis tetapi bernilai ekonomis. Contohnya minyak kayu putih. Indonesia masih impor materi baku minyak kayu putih ratusan miliar rupiah tiap tahunnya,” ungkapnya. 

Sebagai wujud kepeduliannya pada lingkungan, Doni menyerahkan ratusan bibit tanaman untuk dikembangkan di lahan bekas tambang PTBA. Di antaranya yakni Palaka dan Torem dari Maluku, Pule, dan lain-lain. Ada juga pohon beringin yang bijinya berasal dari Istana Kepresidenan. “Bijinya saya minta di Istana. Kaprikornus ini beringin yang berasal dari Istana,” tutur Doni. 

Lebih lanjut, Doni meminta jajaran direksi PTBA untuk mempertahankan kinerja yang sudah diraih. Doni pun mendorong semoga hilirisasi industri pertambangan terus dilanjutkan untuk meningkatkan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

“Kami memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya pada direksi PTBA yang berkontribusi besar. PTBA tergolong yang menawarkan dividen besar pada negara. Kami juga pesan untuk selalu berinovasi. Ke depan yang diharapkan Presiden Jokowi, hilirisasi mampu memberikan nilai tambah lebih besar,” tegasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Botanical Garden ditandai dengan program penanaman pohon yang dilakukan oleh jajaran Komisaris MIND ID, Komisaris PTBA, dan seluruh Direksi PTBA. Penanaman pohon ini sekaligus dikerjakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022.

Turut hadir dalam program ini antara lain Komisaris MIND ID Ilyas Asaad, Komisaris MIND ID, Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Komisaris PTBA Piterdono HZ, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Farida Thamrin, Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Suhedi, Direktur SDM PTBA, Suherman, dan Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Rafli Yandra.