Jakarta, TAMBANG – Misi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) untuk menjadi perusahaan sumber daya alam nomor satu di Indonesia terus dilaksanakan sampai saat ini. Dalam praktiknya, Perusahaan memakai kriteria global dalam menciptakan nilai jangka panjang lewat keunggulan kinerja dan kepedulian terhadap insan dan alam.
Salah satunya dengan mempertahankan keberlangsungan keperluan bibit tumbuhan yang mampu menopang keberlanjutan melalui nursery atau fasilitas pembibitan pohon yang dimiliki oleh PT Vale.
Komitmen PT Vale dalam menjaga lingkungan tidak saja lewat nursery yang dimiliki, namun juga mampu mempertahankan ekosistem di Danau Matano. Atas hal tersebut, Perusahaan mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Noegroho Wahyu Widodo.
Noegroho mengaku kagum dengan tata cara pengelolaan lingkungan yang dijalankan PT Vale selama berpuluh tahun. Bagi dia, mengunjungi PT Vale ialah pertama kalinya dan eksklusif menunjukkan kesan yang begitu sangat bagus. Apalagi, PT Vale dianggapnya sungguh memegang teguh visi dan misi untuk sustainability (keberlanjutan).
“Saya sungguh bersyukur ada PT Vale yang sungguh konsisten memasukkan acara sustainability dalam visi dan misinya, termasuk dalam nilai-nilai PT Vale. Tentu ini sungguh cantik semangat keberlanjutan tidak saja dipraktekkan pada di jiwa seluruh karyawan PT Vale, tapi juga disebarkan ke penduduk sekitar dan pada semuanya. Sehingga, sustainability lingkungan itu menjadi perhatian bersama. Karena kita menerima titipan dari anak cucu untuk kita rawat untuk mereka kelak,” ungkapnya usai melakukan penanaman pohon di area Nursery PT Vale, Selasa (31/05/).
Nursery seluas 2.5 hekatare menyiapkan 700 ribu bibit flora per tahun untuk mereklamasi lahan pasca pengolahan tambang di Blok Sorowako. Nursery PT Vale yang juga menjadi destinasi wisata favorit oleh masyarakat yang berkunjung ke Sorowako, Luwu Timur (Lutim).
Kakanwil Bea Cukai ini menuturkan, apa yang sudah dilaksanakan oleh PT Vale pasti layak menjadi acuan oleh pihak yang lain, utamanya perusahaan yang konsen pada sektor pertambangan. Seluruh yang dilakukannya sungguh tertata baik, dimulai dari pengembangan tumbuhan, penataan seluruh ekosistem didalamnya tidak saja insan, tumbuhan tetapi juga binatang sehingga tercipta situasi yang begitu saling mendukung satu sama lainnya.
“Saya melihat kesungguhan PT Vale mempertahankan keberlangsungan lingkungan, keberlangsungan alam dalam tindakan yang positif. Kemudian pengembangan tanaman yang kemana-mana, ini sangat bagus. PT Vale bisa mensinergikan seluruh unsur dari insan, flora dan hewan,” ujarnya.
“Tanaman yang ada bisa menghasilkan oksigen dan itu dimanfaatkan manusia dan hewan. Semoga keberlangsungan ini terus berlangsung, sehingga tidak hanya mengeruk tanahnya, tapi recoverynya juga berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, langkah konkret yang sudah dikerjakan PT Vale harus senantiasa didukung dan disebarluaskan ke masyarakat supaya PT Vale menjadi contoh pada perusahaan tambang lainnya. Termasuk dalam penerapan keselamatan, keselamatan serta lingkungan.
“Kami sebagai pemerintah, sangat mendukung apa yang dikerjakan oleh PT Vale. Tentunya kami akan memperlihatkan fasilitas. Kemudahan akomodasi kebeacukaian. Kemudian untuk menghubungkan dengan yang lain-yang lain,”jelasnya.
Sementara itu, dari sisi bisnis, Noegroho memaparkan, kalau PT Vale memberi andil dalam sektor perekonomian. Untuk itu, Bea Cukai sebagai fasilitator melakukan fungsi terutama memperlihatkan kemudahan dalam proses custom clearance atas barang-barang yang diimpor oleh PT Vale.
“Kalau PT Vale semakin efisien, laba kian besar, makin banyak merekrut tenaga kerja dari masyarakatlokal. Kemudian dari situ juga nanti akan ada pajak-pajaknya, entah income taxnya, kemudian pajak dari gaji dan sebagainya. Makara nanti akan ada saatnya negara itu memetik pajak dari situ sehabis dia berkembang dengan baik. Oleh alasannya itu filosofi pengenalan pohon sangat pas, ditanam, dirawat, PT Vale menjadi besar, nanti dari situ menyumbangkan ke negara selaku darma baktinya, bantuan yang nyata, baik pajak dan sebagainya,” paparnya.
Tim Leader Revegetation PT Vale, Harun Tandioga menerangkan, PT Vale mengintegrasikan aktivitas penambangan dan rehabilitasi lahan pascatambang. Hadirnya nursery tidak saja dimanfaatkan oleh PT Vale, tetapi juga oleh masyarakat. Makanya, bibit yang dikembangkan ini diberikan ke masyarakat yang ingin melaksanakan penamaman pohon.
“Kami membangun kemudahan pembibitan modern yang mendukung acara rehabilitasi, juga melakukan konservasi kepada flora endemik, seperti kayu eboni. Di nursery ada banyak jenis tanaman tidak saja pohon, tapi juga aneka bibit bunga dan bisa diambil secara gratis oleh penduduk . Ada juga rusa yang mampu ditemui di nursery,” jelasnya.
Pada potensi itu juga, Kakanwil Bea Cukai Sulbagsel Noegroho Wahyu Widodo menikmati keindahan Danau Matano yang terawat dengan baik, meski berdampingan dengan kegiatan tambang milik PT Vale.
Kehadiran administrasi Kanwil Bea Cukai Sulbagsel untuk mendatangi pengguna jasa, ialah PT Vale. Tujuannya, untuk bersinergi bareng sehingga kedepannya PT Vale dapat dengan gampang melakukan pengurusan terkait kebeacukaian.
Hadir juga pada kunjungan manajemen Bea Cukai Sulbagsel, yakni Direktur External Relation PT Vale, Endra Kusuma, Senior Manager Operational Procurement Supply Chain Manajemen (SCM) PT Vale, Mulawarman Arfah, Manager Shipping and Traffic SCM PT Vale, Yusuf Widarto, serta Senior Manager Material Management SCM, PT Vale, Achmadi Sumadi Rais.