Kementerian Esdm Ajukan Belanja Publik Fisik Sampai 62 Persen

Jakarta, TAMBANG- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan pagu indikatif KESDM pada tahun 2020 adalah Rp9,67 triliun. Sebanyak 62,87 persen atau Rp 6,08 triliun dari anggaran tersebut pemanfaatannya untuk belanja publik fisik yang menjamah eksklusif ke masyarakat.

 

Postur budget belanja fisik tersebut meningkat dibandingkan pada tahun 2019 sebesar 50,51 persen. Meningkatnya pagu indikatif tahun 2020 ini menurut Jonan tidak lepas dari usaha dan kerja keras Komisi VII dewan perwakilan rakyat RI.

 

“Kami berterima kasih atas dorongan bapak dan ibu Komisi VII. Waktu APBN tahun 2018 itu Rp6 triliun, kemudian bapak dan ibu mengkritik keras kenapa kok turun jadi Rp4,9 T tahun 2019, nah sekarang sudah naik dan tidak tanggung-tanggung, hampir dua kali lipat,” ungkap Jonan dalam  Rapat Kerja antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bareng dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (dewan perwakilan rakyat RI) yang berlangsung di Gedung Nusantara I dewan perwakilan rakyat RI, Kamis (20/6).

 

Jonan memaparkan anggaran belanja publik fisik pada tahun 2020 diantaranya akan dipakai untuk sambungan jaringan gas rumah tangga sebanyak 293.533 sambungan, pembagian konverter kit untuk petani dan nelayan sebanyak 50.000 paket, pengeboran sumur air bersih sebanyak 750 titik di tempat sulit air.

 

Sementara 20,47 persen atau Rp1,98 triliun dipergunakan untuk operasional pegawai. Selain itu, pada pagu indikatif RAPBN 2020, belanja publik nonfisik yaitu 16,66 persen atau Rp 1,61 triliun.

 

Pada potensi yang serupa, Rapat Kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII dewan perwakilan rakyat RI Ridwan Hisjam memperlihatkan apresiasi kepada Kementerian ESDM, terhadap postur anggaran 2020 yang konsentrasi pada upaya kenaikan belanja modal dan berkomitmen melakukan efisiensi dalam belanja pegawai dan belanja barang.