Kementerian Esdm Akan Evaluasi Delapan Lapangan Panas Bumi

Jakarta,TAMBANG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa delapan lapangan panas bumi. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Kementerian EDM Dadan Kusdiana. Lapangan Cikakak 1 dan Cikakak 2 selaku bagian dari lapangan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan menjadi tahap awal aktivitas evaluasi. Proses penentuan lokasi ini berdasarkan data dari Badan Geologi.

Dadan menerangkan proses pelaksanaan penilaian akan memperhitungkan peluangrisiko dan mitigasi. “Potensi kendala yang mesti diantisipasi antara lain kekurangan data, belum tersedianya perlengkapan atau perangkat lunak yang dibutuhkan, pergeseran lokasi lapangan panas bumi, dampak Covid-19 serta pendanaan”, terperinci Dadan.

Salah satu yang menjadi sorotan yakni kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas. Dadan menyarankan untuk dilaksanakan penambahan tenaga hebat yang kompeten terutama di BLU Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Meyambut hal tersebut Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi akan membentuk tim yang berisikan Badan Geologi, Ditjen EBTKE dan Tenaga Ahli Menteri ESDM untuk bersinergi menganggap pelaksanaan kegiatan ini.

Saat ini, BLU P3TKEBTKE tengah melakukan peer review kepada ajuan planning survei, data hasil pengusutan rinci (survei geologi, geokimia, dan geofisika), hingga model konseptual pada delapan lokasi tersebut. Tim BLU P3TKEBTKE juga akan menentukan titik bor (well targeting) sumur ekplorasi dari hasil peer review pada masing-masing lokasi.

Kepala P3TKEBTKE, Chrisnawan Anditya menerangkan, BLU P3TKEBTE juga melakukan kajian kepada aspek non-teknis mirip keberadaan jalan akses, lokasi sumber air, sampai kemiringan permukaan juga menjadi hal-hal pemanis yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, Peneliti PPPTMGB “LEMIGAS”, Panca Wahyudi menjelaskan Badan Geologi sudah memiliki data survei terdahulu. Namun data tersebut perlu dievaluasi ulang untuk meyakinkan alasannya reservoir panas bumi berlawanan dengan migas. Akurasi penentuan titik pengeboran harus sangat sempurna, bahkan dilarang bergeser sampai 10 meter.

Dalam proses pelaksanaannya, aktivitas penilaian lapangan panas bumi kali ini mencakup Well Tergeting, Peer Review, Analisis Konseptual Model serta Simulasi Numerik. Selain lapangan Cisolok, terdapat lapangan Jailolo, (Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara), Bittuang (Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan), Nage (Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur), Ciremai (Kabupaten Kuningan, Jawa Barat), Marana, (Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah), Gunung Endut (Kabupaten Lebak, Banten) serta Sembalun (Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat).