Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) menyegel operasi PT Bulawan Daya Lestari, perusahaan tambang yang berada di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Penyegelan itu terjadi tak lama selepas mencuatnya protes penduduk budbahasa Toruakat pada akhir September kemudian, yang berujung pertentangan dan membuat satu warga Toruakat meninggal karena diduga diserang preman bayaran.

Dengan adanya penyegelan, tambang emas tersebut tidak boleh beroperasi. Hal ini tertuang dalam surat bernomor B-4314/MB.07/DBT/2021 tertanggal 4 Oktober 2021 dan ditandatangani oleh Direktur Teknik dan Lingkungan atau Kepala Inspektur Tambang Lana Saria. 

Berikut isi surat tersebut:

1. PT Bulawan Daya Lestari belum mempunyai Kepala Teknik Tambang yang merupakan seseorang yang memiliki posisi tertinggi dalam struktur organisasi lapangan pertambangan yang memimpin dan bertanggung jawab atas terlaksananya operasional pertambangan sesuai dengan kaidah teknik pertambangan yang baik. 

2. PT Bulawan Daya Lestari belum memiliki persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) Tahun 2021, planning reklamasi, rencana pascatambang dan dokumen lingkungan hidup. 

3. PT Bulawan Daya Lestari belum menempatkan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang. 

4. Kegiatan pertambangan dari PT Bulawan Daya Lestari berada di daerah daerah hutan bikinan terbatas dan belum mempunyai Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. 

5. Berdasarkan angka 1 hingga dengan 4 diperintahkan kepada PT Bulawan Daya Lestari untuk secepatnya menghentikan aktivitas pertambangan sampai dengan dipenuhinya kelengkapan sebagaimana tersebut di atas.

Butuh Bantuan Atau Pertanyaan?

Achmad Hino siap membantu Anda dengan memberikan pelayanan dan penawaran terbaik.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!
👋 Halo, Ada Yang Bisa Dibantu?