Kendaraan Listrik Menjamur, Pln Bakal Tambah 2 Spklu Di Lampung

JAKARTA, TAMBANG – Penggunaan kendaraan listrik dari hari ke hari memberikan tren nyata, tergolong di tempat. Hal ini menjadi bukti bahwa acara energi higienis yang dicanangkan pemerintah sudah menjadi kebutuhan penduduk . Guna mendukung hal tersebut, PT PLN (Persero) bakal memperbesar dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lampung pada tahun ini.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, I Gede Agung Sindu Putra menjelaskan, kehadiran infrastruktur ini akan memperlihatkan fasilitas bagi pengguna kendaraan listrik dalam mengisi energi baterai.

“Kemarin kita bangkit tiga titik SPKLU yang sekarang telah dapat dipakai. Untuk tahun ini kita akan bangun di dua titik lagi, tetapi jikalau kami evaluasi perkembangan kendaraan listriknya lumayan banyak, maka pada jalur-jalur lazim mirip jalan tol atau jalan lintas yang lain sangat dimungkinkan untuk dilakukan penambahan SPKLU lagi,” terang Sindu, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (25/1).

Dia menjelaskan, PLN akan lebih fokus pada pembangunan SPKLU di rest area jalan tol atau jalan lintas lainnya. Pertimbangan ini didasari oleh kebutuhan yang paling mendesak di lokasi tersebut, sedangkan rata-rata pengguna kendaraan listrik di perkotaan akan mengisi daya listrik untuk mobilnya di rumah masing-masing.

Saat ini, ada tiga SPKLU yang sudah beroperasi di Lampung, di mana dua unit SPKLU di rest area Tol Trans Sumatera dan satu unit yang lain berada di Els Coffee Roastery, Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung.

Dengan tersedianya SPKLU yang cukup di jalur tol, maka akan turut menambah kenyamanan bagi para pengguna kendaraan listrik, baik yang cuma melintas atau yang hendak masuk ke Provinsi Lampung.

“SPKLU pun kini sudah terintegrasi dengan aplikasi PLN Mobile, sehingga masyarakat jauh lebih nyaman, mudah dan simpel dalam membeli Kwh yang akan diisikan pada kendaraan listriknya. Selain itu kita juga mendapat akomodasi dalam mencari lokasi SPKLU yang terdekat dengan PLN Mobile, intinya gampang sekali mengakses layanan melalui PLN Mobile,” ungkapnya.

Kemudahan mengisi daya di SPKLU juga sudah dinikmati para penerima Touring Mobil Listrik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang menempuh rute Jakarta-Jambi pada pertengahan Januari lalu.

Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Kementerian Perhubungan, Junaidi mengungkapkan, Touring Mobil Listrik merupakan bab dari sosialisasi Kementerian Perhubungan untuk mendorong penggunaan mobil listrik secara luas di tanah air.

Kampanye tersebut dilakukan, agar penduduk mengenali kelebihan kendaraan listrik dan kian terpesona untuk memakai kendaraan listrik. Selain mengoptimalkan energi yang ramah lingkungan, penggunaan kendaraan listrik dinilai jauh lebih efisien sampai 30 persen jikalau dibandingkan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.

“Kita saksikan di sini, bahwa di Lampung telah mempunyai tiga SPKLU, Tentunya PLN telah membantu pengguna kendaraan listrik yang melintas atau masuk ke Provinsi Lampung,” kata Junaidi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengungkapkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Darah, Provinsi Lampung menargetkan penurunan emisi karbon secara sedikit demi sedikit menjadi sebesar 29,7 persen, sesuai dengan pendekatan ekonomi dan pendekatan lingkungan.

Menurutnya, salah satu cara untuk mencapai target tersebut ialah dengan mengoptimalkan penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintah daerah. Namun biar planning tersebut mampu terealisasi diperlukan sumbangan PLN dengan memperbesar pengoperasian SPKLU.

“Kita berharap PLN dapat secepatnya memperbanyak infrastruktur penunjang mirip penambahan titik lokasi SPKLU-nya, sehingga bertambah banyak daerah untuk kita melaksanakan pengisian daya baterai kendaraan listrik,” ujarnya.

Dia berharap, dengan semakin gencarnya kampanye penggunaan kendaraan listrik, ke depan dibutuhkan teknologinya kian murah, terjangkau, dan merata.