Kesdm Akan Kirim 100 Partiot Energi Ke Desa Terluar

Jakarta,TAMBANG, Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM akan kembali mengidupkan program Partriot Energi. Dalam program ini, Pemerintah akan mengirim 100 generasi mudah untuk mendampingi penduduk di desa-desa secara khusus desa 4T ialah Terdepan, Terluar, Tertinggal dan Wilayah Transmigrasi.

Anak-anak muda ini akan membantu membuka saluran listrik bagi desa – desa di Indonesia yang belum teraliri listrik melalui optimalisasi penggunaan Energi Baru Terbarukan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan langkah ini sebagai pemberian atas upaya percepatan kenaikan rasio elektrifikasi desa. “Kami memperlihatkan kesempatan kepada generasi muda yang berjiwa sosial, aktif, pintar, bersemangat dan memiliki motivasi untuk berpartisipasi dan terlibat langsung dalam pengembangannya,” ungkap Dadan dikala acara Launching Program Patriot Energi pada Jumat (18/6).

Dadan berharap kedatangan patriot energi mampu mendorong pertumbuhan kemakmuran ekonomi penduduk berbasis energi primer lokal. “Program serupa juga sudah pernah dijalankan oleh Ditjen EBTKE bekerja sama dengan Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) pada tahun 2015 dan 2016,” jelasnya.

Saat itu, sekitar 200 orang mendapatkan pendidikan dan pembinaan oleh Kementerian ESDM untuk memajukan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat di bidang pemanfaatan EBT. “Pertimbangan kami untuk melakukan kembali program Patriot Energi yaitu pertama masih adanya rumah tangga yang belum berlistrik dan atau sudah berlistrik tetapi menyala kurang dari 12 jam,” ungkap Dadan.

Di samping itu, masih terdapat 433 desa yang gelap gulita dan 5.231 desa yang berlistrik swadaya bukan dari PLN dengan mutu yang kurang mencukupi, serta terdapat 5.200 unit Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih dioperasikan oleh PLN yang dijadwalkan akan dikonversi pembangkit EBT.

Pertimbangan lain yaitu program lampu tenaga surya ekonomis energi yang dijalankan 2016 hingga 2018 telah habis masa pakainya. Kemudian, beberapa proyek infrastruktur EBT yang dibangun oleh APBN belum semuanya diserahterimakan kepada Pemda dan ada berapa yang rusak.

“Perlu direvitalisasi dan juga ada planning aktivitas-kegiatan percepatan dari penyediaan listrik ke masyarakat di tahun 2021. Ini memerlukan pendampingan kepada penduduk untuk menerangkan cara pemakaian tergolong pengelolaannya. Penyelesaian kondisi tersebut akan sangat terbantu apabila acara Patriot Energi mampu dijalankan kembali,” pungkas Dadan.