Kesepakatan Pembangunan Jargas Tahap Ii Senilai Rp 467,78 Miliar Ditandatangani

Jakarta,TAMBANG, Kontrak pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) tahap II tahun 2021 kembali ditandatangani, Senin (15/3) di Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta. Penandatangan ini dikerjakan selang sepekan dari kontrak tahap pertama senilai Rp 467,78 miliar yang diteken pada Rabu (10/3).

Pada tahap kedua ini total perjanjian yang ditandatangani ini senilai Rp 137,13 miliar untuk membangun 15.440 sambungan rumah (SR). Rinciannya, untuk pembangunan jargas di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang sebanyak 8.541 sambungan rumah (SR) senilai Rp 66,283 miliar dan jargas di Kabupaten Banyuasin sebanyak 6.899 SR senilai Rp 70,85 miliar.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhammad pada peluang tersebut, menekankan semoga para Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) mempertahankan sisi teknis, administratif, etis atau integritas dalam setiap aktivitas, tergolong pembangunan jargas.

Dengan penandatanganan perjanjian tahap II ini, mempunyai arti tinggal perjanjian tahap III yang belum diteken. Kontrak tahap III terdiri dari 3 paket yakni Kabupaten Wajo dan Kabupaten Banggai, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan, serta Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang.

Kontrak pembangunan jargas tahap I sudah ditandatangani pada Rabu (10/3), dikerjakan senilai Rp 467,791 miliar. Kontrak yang ditandatangani pada tahap I berjumlah 5 paket dengan jumlah sambungan rumah sebanyak 60.875 SR. Total SR yang akan dibangun tahun 2021 sebanyak 120.776 SR di 21 kabupaten/kota.

Program jargas sudah dijalankan Kementerian ESDM c.q Ditjen Migas sejak tahun 2009 dan hingga dengan dikala ini total telah terpasang 535.555 SR. Target pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga berdasarkan RPJMN sebesar 4 juta SR pada tahun 2024. Jargas yang dibangun pada tahun ini sebaiknya dilaksanakan pada tahun 2020, tetapi anggarannya direalokasi untuk penanganan Covid-19.