Kesepakatan Tingkatkan Tata Cara K3, Ptba Raih Penghargaan Dari Menaker

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali mendapat apresiasi dari pemerintah. Kali ini, emiten tambang kerikil bara pelat merah tersebut meraih penghargaan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) karena konsisten menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan baik sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012.

Penghargaan yang diberikan pribadi oleh Menteri Ida Fauziyah ini telah diterima oleh jajaran Direksi PTBA di Kantor Direksi Unit Pertambangan Tanjung Enim pada Kamis (9/6).

Tiga perwakilan PTBA, yaitu PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Tanjung Enim, Unit Pelabuhan Tarahan, dan Unit Dermaga Kertapati sukses mendapatkan penghargaan SMK3 Kategori Emas. Unit Pelabuhan Tarahan juga berhasil mendapat penghargaan Zero Accident.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, berharap biar penghargaan ini mampu dipertahankan dan penerapan Sistem Manajemen K3 di PT Bukit Asam Tbk dapat ditingkatkan.

“K3 merupakan salah satu aspek yang wajib diimplementasikan dalam operasional perusahaan. Seluruh aktivitas operasional yang dilaksanakan perusahaan selalu mengacu pada prinsip kehati-hatian dan penitikberatan wacana pentingnya keselamatan dan kesehatan karyawan,” kata Arsal, dikutip dalam keterangan resmi, Senin (20/6).

Dalam upaya memastikan penerapan standar K3 dan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelaksanaan acara penambangan yang aman, semenjak Juli 2010 perusahaan telah mengintegrasikan seluruh tata cara operasional yang terkait dengan faktor pengelolaan K3 ke dalam Sistem Manajemen Bukit Asam.

Menaker Ida menyampaikan, derma penghargaan ini yakni bagian dari upaya pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk terus mengampanyekan K3.

“Pemberian penghargaan K3 terbukti efektif dalam memotivasi stakeholders untuk menerapkan K3 dengan baik. Hal ini tampakdari perusahaan yang mendapatkan penghargaan Zero Accident tahun 2021 sebanyak 1.268 perusahaan dan tahun 2022 sebanyak 1.742 perusahaan, sehingga terjadi peningkatan sebesar 37,4 persen,” kata Ida.