Kuartal Tiga 2020, Bukit Asam Untung Rp 1,7 Triliun

PT Bukit Asam Tbk mencetak laba bersih Rp 1,7 triliun di kuartal ketiga tahun ini. Meskipun mengalami penurunan jika dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 3,10 triliun, tetapi capaian ini masih tergolong kasatmata mengingat imbas pandemi Covid-19 yang masih berlanjut menghantam harga batu bara global.

“Perseroan sukses membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 1,7 triliun hingga 30 September 2020. Dari segi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 12,8 triliun,” kata Sekertaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie, Jumat (6/11/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang melanda aneka macam pecahan dunia dan menyebabkan sejumlah negara menerapkan kebijakan lockdown ketat, sudah menciptakan anjloknya konsumsi energi. Sehingga ekspor watu bara Indonesia ikut mengalami perlambatan.

Kinerja Bukit Asam cukup tertolong sebab terbantu porsi pemasaran yang dominan di pasar domestik. Namun demikian, tak bisa disangkal bahwa keadaan di dalam negeri juga mengalami hal yang serupa, terjadi penurunan konsumsi listrik di wilayah besar Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa dan Bali, yang pasti menenteng imbas pada anjloknya absorpsi watu bara.

“Harga batu bara yang terus merosot selama tiga triwulan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan,” tutur Appolonius.

Ia menyebut, efisiensi merupakan salah satu taktik PTBA untuk menjaga dan mencatatkan kinerja aktual di tengah fluktuasi harga dan berkurangnya ajakan pasokan kerikil bara. Beberapa seni manajemen efisiensi yang telah dikerjakan Bukit Asam yaitu dengan terus melaksanakan upaya penurunan ongkos perjuangan dan biaya pokok produksi melalui penerapan optimalisasi desain tambang.

Dari segi bikinan, PTBA mampu memproduksi 19,4 juta ton watu bara hingga September 2020 atau 77 persen dari sasaran tahun ini yang sudah disesuaikan menjadi 25,1 juta ton. Kinerja transportasi batu bara juga menunjukkan tampilan yang terjaga dengan kapasitas angkutan batu bara tercatat meraih 17,7 juta ton.

“Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga kuartal tiga 2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini,” ungkapnya.