Kunker Ke Kalsel, Komisi Iii Ingatkan Abdnegara Bahaya Tambang Ilegal

Jakarta, TAMBANG – Anggota Komisi III DPR RI, Heru Widodo melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam kunjungannya itu, Heru mengingatkan abdnegara kepolisian dan kejaksaan untuk mengawasi praktik tambang ilegal, yang belakangan semakin marak terjadi balasan dipicu tingginya harga watu bara global.

“Memang sektor kerikil bara ini banyak yang mengincar, apalagi penambang ilegal. Harga kerikil bara dunia sedang mengalami lonjakan yang signifikan,” Ungkap Heru lewat informasi resminya, dikutip Selasa (5/4).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, mendorong supaya polisi dan jaksa di Kalsel supaya menindak tegas penambang ilegal. Tujuannya untuk mengamankan penerimaan negara.

“Penerimaan negara di sektor watu bara harus terus digenjot serta betul-betul diawasi.” bebernya.

Sebelumnya, kasus tambang ilegal diketahui menewaskan seorang advokat berjulukan Jurkani terjadi di Tanah Bumbu, yang ialah tempat pilih Heru. Jurkani dianiaya hingga tewas dikala menjadi Kuasa Hukum PT Anzawara Satria yang tengah diusik penambang ilegal.

Menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, penambangan ilegal terjadi di konsesi Anzawara semenjak April tahun kemudian. Bahkan, penambang ilegal itu diduga nekat menerobos garis polisi.

“Ada oknum mengambil watu bara dari IUP yang sah, ini membutuhkan tindakan penegakan hukum.Tindakan telah dikerjakan tetapi berulang-ulang terjadi, bahkan garis polisi tidak dipatuhi,” ungkapnya dikala pertemuan pers beberapa waktu lalu.

Selain mengusik operasi perusahaan, kata Ridwan, penambang ilegal tersebut juga dinilai mengakibatkan konflik sosial, merusak lingkungan, dan mengurangi potensi penerimaan negara.

“Maraknya kegiatan tambang ilegal di dalam wilayah PT Anzawara Satria ini, selain menghalangi jalannya perusahaan, juga menjadikan gangguan keselamatan bagi penduduk sekitar, menyebabkan konflik sosial, dan mengakibatkan kerusakan lingkungan,” tegasnya.