Mampu Budget Rp5,89 Triliun, Menteri Esdm: Untuk Aktivitas Prioritas Nasional Dan Penguatan Susukan Energi

JAKARTA, TAMBANG– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp5,89 triliun. Dari total anggaran tersebut, sebagian besar akan dialokasikan untuk aktivitas prioritas nasional dan kegiatan dalam rangka penguatan jalan masuk energi bagi penduduk .

“Tahun Anggaran 2022, Kementerian ESDM menerima alokasi anggaran sebesar Rp5,89 triliun. Alokasi anggaran Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2022 tersebut sebagian besar dipakai untuk aktivitas prioritas nasional dan kegiatan dalam rangka penguatan akses energi bagi penduduk ,” kata Arifin dikutip dari informasi resmi, Jumat (31/12).

Alokasi budget tersebut nantinya akan didistribusikan terhadap 12 unit organisasi dan 32 satuan kerja (satker), yang tertuang dalam 12 DIPA Induk unit organisasi dan 32 DIPA Petikan masing-masing satuan kerja.

Kegiatan prioritas nasional dan penguatan saluran energi bagi penduduk yang dimaksud antara lain, Jaringan Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang, Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga, Konverter Kit Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk Nelayan dan Petani, Penerangan Jalan Umum-Tenaga Surya (PJU-TS), Revitalisasi PLT-EBT, PLTMH dan Bantuan Pasang Baru Listrik bagi Masyarakat Tidak Mampu.

Arifin berharap pelaksanaan anggaran tahun 2022 mampu lebih baik dari tahun 2021, di antaranya dapat digambarkan dengan serapan anggaran yang terdistribusi lebih merata sepanjang tahun yang diikuti dengan realisasi budget yang tidak menumpuk di tamat tahun.

“Berkaca dari evaluasi Pelaksanaan Anggaran tahun 2021, per 19 Desember 2021, masih terdapat Rp534 Miliar yang perlu direalisasikan dan masih terdapat 8 paket pekerjaan yang progres fisiknya berkisar di 0-25%, beberapa waktu pelaksanaan budget sudah tinggal mengkalkulasikan hari. Diharapkan hal-hal seperti ini tidak terulang kembali di tahun mendatang,” ungkapnya.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, dalam Pelaksanaan APBN 2022 terdapat enam konsentrasi kebijakan untuk menjadi perhatian bareng antara lain, melanjutkan pinjaman kepada Covid-19 dengan tetap mengutamakan sektor kesehatan dan mempertahankan keberlanjutan program perlindungan sosial bagi penduduk kurang bisa dan rentan.

Selanjutnya, secara teknis untuk percepatan pelaksanaan anggaran tahun 2022 di lingkungan Kementerian ESDM, Menteri Arifin menginstruksikan agar seluruh unit mulai menyusun Risk Register untuk setiap acara utama terkait peresapan anggaran, dengan mengidentifikasi setiap risiko dan pengendaliannya.

“Segera selesaikan tender atas seluruh paket pekerjaan yang sudah dan akan diumumkan dalam SIRUP, sehingga mampu pribadi dieksekusi pekerjaannya pada permulaan Januari 2022 dan seluruh unit secepatnya menyusun planning pelaksanaan kegiatan secara rinci sesuai target yang ditetapkan,” ujar Arifin.

Arifin lalu menyitir instruksi Presiden Jokowi bahwa dalam pelaksanaan anggaran diperlukan kelonggaran penggunaannya biar mampu menanggulangi dilema-duduk perkara yang ada. Namun demikian, diharapkan juga kehati-hatian, transparansi dan akuntabilitas sebagai bab dari pelaksanaan budget.

Usai menyerahkan DIPA terhadap para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Kepala BPH Migas dan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh, Menteri ESDM menyaksikan dua belas orang pemegang program menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja TA 2022.

Penandatangan tersebut merupakan bentuk janji dalam melaksanakan, mengurus, mempertanggungjawabkan APBN dengan transparan, akuntabel, sempurna waktu dan bebas KKN serta akad pencapaian kinerja yang telah ditetapkan.

“Saya harap apa yang telah Saudara ucapkan dan tandatangani tidak sekedar menjadi formalitas semata, namun benar-benar memberikan akad Saudara dalam melakukan, mengurus, mempertanggungjawabkan APBN dengan transparan, akuntabel, tepat waktu dan bebas KKN serta kesepakatan dalam kesepakatankinerja yang telah ditetapkan,” tegasnya.