Menteri Esdm Apresiasi Penandatanganan Koordinasi Proyek Dme

Jakarta,TAMBANG, Pengembangan proyek gasifikasi kerikil bara menjadi dimethyl eter (DME) selangkah lebih maju. Kali ini ini ketiga kawan yakni PT Pertamina (Persero) PT Bukit Asam,Tbk (PTBA) dan Air Products and Chemicals Inc. menandatangani Perjanjian kerja sama.

Langkah ketiga perusahaan ini mendapat apresiasi dari Menteri ESDM Arifin Tasrif. Dalam sambutannyan, Menteri Arifin kembali menegaskan pengembangan DME ini dapat mensubstitusi LPG untuk pengguna rumah tangga. Sehingga mampu mengurangi impor LPG yang saat ini mencapai lebih dari 70%.

“Ini ialah salah satu milestone hilirisasi kerikil bara nasional, terutama dalam pengembangan DME. Ke depannya, diharapkan teknologi yang digunakan efisien dan menghasilkan produk DME yang kompetitif dengan LPG,” kata Arifin.

Ia pun berharap kolaborasi ini mampu berlangsung secara tanpa gangguan dan sesuai rencana. “Saya berharap, kolaborasi dalam pengembangan DME ini berjalan tanpa kendala, berkesinambungan dan tepat waktu dalam implementasinya,” tegas Arifin.

Untuk dimengerti, akad kolaborasi dikerjakan oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan CEO Air Products and Chemical Inc Seifi Ghasemi. Menteri ESDM Arifin Tasrif menjadi pihak yang turut menyaksikan.

Kesepakatan tersebut mencakup kontrakprinsip yang mau ditetapkan dan berlaku ke semua pihak yakni PTBA, Pertamina, dan Air Products.

“Kerjasama ini sejalan dengan taktik pemerintah untuk memanfaatkan surplus watu bara yang cadangannya memadai untuk 60 tahun ke depan. Sekaligus untuk menolong mengurangi defisit neraca jual beli. Bagi Pertamina, dengan infrastruktur hilir yang dimiliki saat ini dan tidak banyaknya modifikasi teknis, maka kami optimis program konversi ini akan sukses dilakukan,” ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Hal yang serupa disampaikan CEO PTBA Arviyan Arifin. Menurutnya sejak janji ditandatangani pada 2018, ketiga pihak sudah menindaklanjuti dengan sejumlah diskusi dan studi sehingga mampu meraih komitmen dikala ini.

“Diharapkan ini mampu menjadi awal yang elok untuk ketahanan energi dan mampu mendorong perusahaan lain untuk melaksanakan hal yang serupa dalam mendukung seni manajemen pemerintah,” ujar Arviyan.

Optimisme yang sama juga tiba dari CEO Air Product Inc. Seifi Ghasemi. Ia mengatakan pihaknya gembira dapat mengerjakan kesepakatan ini untuk membangun kemudahan konversi batubara ke DME. “Kami yakin Indonesia di era depan akan menjadi negara yang besar dan kami siap berhubungan dan berinvestasi di Indonesia,” kata Seifi.

Proyek gasifikasi batu bara masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Di proyek ini, batu bara dimasak untuk menjadi gas yang kemudian diproses lagi menjadi dimethyl ether (DME). DME ini akan digunakan selaku alternatif pengganti LPG. Proyek ini dikembangkan dan dilaksanakan bersama antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Pertamina (Persero), dan Air Products and Chemicals Inc selaku penanam modal. Nilai investasi berkisar USD 2,1 miliar.

Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Presiden (Perpres) No. 109 Tahun 2020 ditetapkan selaku Proyek Strategis Nasional. Pabrik pembuatan ini akan dibangun di di Tanjung Enim, Sumatera Selatan erat dengan tambang watu bara milik PTBA.