Pasca Terbitnya Permen Tjsl, Pln Bentuk Struktur Administrasi Csr Gres

Jakarta,TAMBANG, Merespon terbitnya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara perihal Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) sudah membuat struktur administrasi CSR. Agus Yuswanta, VP CSR PLN, menyampaikan setelah membuat struktur manajemen CSR pada Mei 2021, PLN juga melaksanakan beberapa acara CSR.

“CSR lazimnya hanya diketahui dengan CID, namun ketika ini sudah tidak lagi. Bagaimana kami mempersiapkan acara CSR, tentunya kita mesti mengetahui gosip-gosip yang berkembang, lalu memetakan stakeholder siapa pun yang terlibat, lalu mengintegrasikan dalam SDGs,” ujar Agus dalam Solusi Kebersamaan E2S (SUKSE2S) bertajuk Visi Top Management BUMN dalam Program TJSL, Kamis (15/7).

Selain Agus, hadir dalam SUKSE2S ialah Riki F Ibrahim. Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Abdullah Umar, Senior Vice President Corporate Secretary PT Timah Tbk, dan Arya Dwi Paramita, VP CSR&SMEPP Management PT Pertamina (Persero).

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara kembali merubah peraturan terkait Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan BUMN dengan diterbitkannya Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-05/MBU/04/2021. Peraturan tersebut diklain sebagai penyempurnaan dari Permen BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 ihwal Program Kemitraan dan Program Bina Lingkugan BUMN sebagaimana telah berulang kali diubah dan terakhir dengan Permen BUMN PER-02/MBU/04/2020 wacana pergeseran ketiga atas Permen 2015.

Permen yang ditetapkan Menteri BUMN Erick Thohir pada 8 April 2021 sudah menetapkan secara terang bahwa acara TJSL BUMN dijadwalkan dan dilaksanakan oleh direksi.

Menurut Agus, di PLN ada tiga program unggulan, PLN pintar, power, green. Lalu ada juga acara yang bersifatnya social investment atau donasi.

“Kami kunci anggarannya yaitu 50 persen dari total budget yang ada, ini minimal. Misalnya di sisi pembangkit, PLTU itu kan menciptakan FABA, ini mampu dimanfaatkan oleh masyarakat utk membuat batako yang berfaedah dalam membangun rumah,” ungkap ia.

Menurut Agus, acara lainnya yang dilaksanakan PLN yakni TOS atau daerah olah sampah. Disini sampah dimasak menjadi pelet lalu menjadi gas yang mampu dimanfaatkan oleh PLT kami. Di segi penduduk bisa minimalkan sampah, di sisi PLN bisa hemat materi bakar minyak.

Arya Dwi Paramita, Vice President CSR and SMEPP Pertamina, mengatakan di sektor energi, Pertamina melihat Permen TJSL dari sisi mitigation dan share value sustainability.

“Lalu melihat bagaimana yang berhubungan dengan industri kita. Jadi mesti ada yang konsentrasi sesuai core kompetensi. Di sektor energi adalah untuk kepentingan pengembangan, kedatangan perusahaan energi niscaya akan memberikan ketahanan energi,” kata Arya.

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara kembali mengganti peraturan terkait Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan BUMN dengan diterbitkannya Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-05/MBU/04/2021. Peraturan tersebut diklain selaku penyempurnaan dari Permen BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015 ihwal Program Kemitraan dan Program Bina Lingkugan BUMN sebagaimana telah berulang kali diubah dan terakhir dengan Permen BUMN PER-02/MBU/04/2020 wacana pergeseran ketiga atas Permen 2015.

Menurut Arya, Pertamina melihat Kementerian BUMN telah membuat cluster sesuai industrinya. Pertamina melalui eksekutif utama juga sudah memberikan ke Kementerian BUMN strategi yang dikerjakan Pertamina.

“Pasti memang akan beririsan dengan industri lain. Kami melihat dari seluruh faktor perusahaan,” katanya.

Pertamina, kata Arya, melakukan program yang berbasis masyarakat. Permen BUMN Nomor 5 saling berkaitan dengan Permen LHK, ada irisan yang saling mendukung.

“Contoh kami mengerjakan program dari PHM. Di Kalimantan kami bertemu dengan dinas LHK kemudian diarahkan untuk mempergunakan sampah yang mampu menciptakan gas methan,” ungkapnya.

Riki F Ibrahim, Direktur Utama Geo Dipa Energi, menyampaikan kebijakan baru Program TJSL perusahaan BUMN merupakan upaya pemerintah mengantisipasi atau melaksanakan perbaikan. Kebijakan dikala ini yang tengah mengalami pandemi Covid-19, transisi energi, pastinya mesti segera bangkit penemuan dan melakukan terobosan.
“Kami sebagai satu satu BUMN yang khusus melaksanakan pembangunan PLTP, termasuk eksplorasi harus menyikapi bagaimana melakukan transisi,” kata dia.

Selain itu, lanjut Riki, bagaimana operasionalnya dan hubungannya dengan penduduk , juga tidak lupa dengan pelaksanaan kebijakan-kebijakan. Capaian development goals 2030 lewat program TJSL.

“Ini kewajiban kita semua tidak hanya BUMN, namun juga swasta juga harus mengambil bagian lebih dalam hal ini,” kata dia.

Kegiatan TJSL ialah akad perusahaan dan membangun yang sifatnya sustainable. Selama ini kami telah kerjakan sesuai kapasitas perusahaan. Tentu hal ini harus juga dikaitkan dengan bagaimana adanya manfaat dengan ekonomi, sosial lingkungan dan hukum serta tata kelola serta terukur dampaknya dapat dipertanggungjawabkan dan merupakan bagian dari pendekatan bisnis perusahaan.

“Pandangan kami nyata Kementerian BUMN mendorong empowerment kepada perusahaan-perusahaan. Kami selaku kepanjangan bumn maka mesti unik harus berikan teladan terhadap swasta. Inilah pemerintah buktikan bahwa kepedulian kepada sosial itu penting. Kita mesti bangkit creating share value,” ungkap Riki.

Abdullah Umar, SVP Corsec Timah, menyampaikan pergantian kebijakan TJSL lebih ke bagaimana menyaksikan pencapaian yang sifatnya acara kemitraan, melihat bagaimana pencapaian pengaruh berkesinambungan. Jadi bagaimana TJSL itu kesepakatan perusahaan terhadap pembangunan keberlanjutan perusahaan. Ada 17 tujuan dalam SDGs yang kita bagi dalam 4 pilar, sosial, ekonomi, aturan dan tata kelola.

Bagaimana perusahaan mampu janji, kita buat laporan tersendiri yang diaudit penyalurannya seperti apa. Sebagai perusahaan terbuka mesti diaudit, dan ada laporan terpisah. Inilah bagian dari akad dan tanggung jawab perusahaan,” katanya.

“Kita harus mampu menterjaemahkan menjadi acara yang dinikmati keuntungannya bagi penduduk . Timah selaku perusahaan tambang itu pada ketika eksplorasi membangun daerah gres lalu buat peradaban baru dan bagaimana berikan manfaat bagi lingkungan,” tandas Abdullah.