Pemerintah Tentukan Di 2029, Absorpsi Tenaga Kerja Asli Papua Di Lng Tangguh Hingga 85%

Jakarta,TAMBANG, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan akad Pemerintah bahwa pada 2029 mendatang, sebanyak 85% tenaga kerja operator di Tangguh LNG berasal dari Papua.

Hal ini disampakan Menteri ESDM dikala menghadiri Wisuda Program Operation and Maintenance Papuan Technician Apprentice BP Berau, yang dilangsungkan virtual, Selasa (16/3). 

Menteri ESDM mengapresiasi terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP Berau atas pengabdian yang diberikan dalam melakukan program magang utamanya kepada bawah umur negeri yang berasal dari Papua Barat tersebut.

“Diharapkan para lulusan berhasil menjadi bagian dari pengoperasian Tangguh LNG sehingga akan menawarkan pengaruh bagi kesejahteraan keluarga dan juga penduduk yang berada di sekeliling operasi Tangguh LNG pada utamanya dan masyarakat Papua Barat pada umumnya,” ungkap Menteri Arifin.

Diyakini semakin banyaknya anak-anak negeri yang berkiprah dalam industri migas, Menteri berharap dapat berpengaruh nyata pada perbaikan kinerja industri migas lokal. Sejak acara magang ini dimulai tahun 2016, hingga saat ini sebanyak 71 penerima telah menyelesaikan program magang tersebut, di mana 68 orang di antaranya sudah melakukan pekerjaan di Tangguh LNG.

Wisudawan pada era ketiga ini telah melalui kala pembinaan selama tiga tahun. Ilmu dan keterampilan yang dipelajari tidak hanya berguna dalam mengoperasikan kilang LNG Tangguh, namun juga aneka macam kilang di Indonesia maupun luar negeri.

“Melalui acara magang selama tiga tahun, saya berharap para peserta mampu menyanggupi kriteria tinggi yang dibutuhkan dari seorang tenaga profesional di industri migas,” ungkap Arifin.

Menteri ESDM juga meminta biar wisudawan tidak lantas berpuas diri. Sebaliknya mesti terus mengembangkan kemampuan diri masing-masing sehingga kelak tidak cuma sekadar menjadi tenaga operator akan namun juga menjadi salah satu jajaran pimpinan atau bahkan menjadi hebat di banyak sekali perusahaan migas di dalam maupun mancanegara.

Lebih lanjut Menteri mengatakan, dalam pengelolaan industri migas untuk menuju penduduk yang sejahtera, juga dibutuhkan tugas Pemda dan perusahaan migas. Ke depan, jajaran Pemerintah Daerah di Provinsi Papua Barat, disertai oleh Pemerintah Daerah lainnya, dapat mendorong pembentukan forum-lembaga pendidikan dan pembinaan di bidang migas bagi belum dewasa kawasan lokal sehingga kelak mampu menjadi bagian dalam pengelolaan industri migas di masing-masing kawasan.

“Perusahaan-perusahaan migas juga kami dorong untuk mampu mendukung acara pendidikan dan pembinaan tersebut melalui tunjangan derma tenaga pengajar, kemudahan perlengkapan atau kesempatan untuk praktik di lapangan bagi para penerima. Hal ini mampu menjadi salah satu penyelesaian untuk menuntaskan problem di kawasan,” tutur Menteri Arifin.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani berharap semoga para wisudawan dapat menjadi role versi bagi kerabat-saudaranya di Papua. Ia juga mengharapkan supaya mereka menjaga profesionalisme dan integritas.
“Jaga profesionalisme, jaga integritas. Buktikan pada dunia bahwa anak Papua bisa. Anak Papua jago,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw. “Program ini telah menghadirkan belum dewasa Papua yang mampu menguasai ilmu dan teknologi yang berhubungan dengan operasi migas di Tangguh LNG,” ujar Petrus.