Penjualan Emas Turun, Pemasukan Archi Indonesia Anjlok 14%

PT Archi Indonesia Tbk mengalami penurunan pendapatan pada sembilan bulan terakhir, per 30 September 2021. Dijelaskan Archi. Pendapatan Archi dikala ini mencapai USD 236,5 juta, menurun 14 persen dibanding tahun kemudian pada masa sama yang meraih USD 275,3 juta.

Penurunan disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah menjadi 127,8 kilo ons. Meski begitu, Archi mencatatkan bijih emas yang diproses meraih 2,63 juta ons, meningkat 4 persen dibanding periode yang serupa tahun lalu yang meraih 2,54 juta ons.  

Masalahnya, rata-rata kadar bijih emas yang diproses lebih rendah dari 2,17 g/t menjadi 1,81 g/t. Akibatnya, produksi emas lebih rendah 15% menjadi 132,0 kilo ons ketimbang kurun yang serupa tahun kemudian yang meraih 155,8 kilo ons.

Sementara catatan untuk keuntungan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) lebih rendah 26 persen menjadi USD 123,8 juta. Laba bersihnya pun ikut turun 31 persen atau sebesar USD 57,3 juta dibanding dengan tahun kemudian pada periode yang sama.

Meski rata-rata semua sektor mengalami penurunan, Archi optimis pada kuartal empat nanti akan segera membaik terlebih didukung oleh PT Araren tahap 5 yang dikala ini memasuki tahap buatan.

“Secara umum, hasil kinerja sembilan bulan kami dipengaruhi oleh pertumbuhan dari aktivitas penambangan dan pengupasan tanah (“waste removal”) di Pit Araren yang mempunyai kadar emas tinggi. Namun, dengan Pit Araren tahap 5 sudah memasuki tahap produksi, kami telah melihat adanya kenaikan kadar emas dari bijih emas selama kuartal ketiga, dan kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk menghadapi kuartal keempat dimana sebagian besar bijih emas yang akan diproses untuk sisa tahun ini akan berasal dari Pit Araren berkadar tinggi ini,” kata Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Kenneth Chricton mirip dikutip dari keterbukaan gosip, Jumat (29/10).

Di sisi eksplorasi, kata Kenneth, kegiatan pengeboran yang terus berlanjut di lokasi cadangan emas Bima-Arjuna menciptakan cuilan-cuilan berkadar tinggi, tetapi memerlukan pengeboran lebih lanjut pada tahun mendatang.

“Lebih lanjut, tim eksplorasi kami yang berdedikasi sudah melaksanakan eksplorasi Greenfield tahap pertama di dalam area-area yang mempunyai kesempatan tinggi di Koridor Barat, dimana ini memiliki peluang akan memperbesar cadangan emas kami pada tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

“Menjelang akhir tahun 2021, kami sudah menuntaskan pekerjaan pengembangan kami di Pit Araren, di mana tahap 5 sudah memasuki produksi. Dengan kapasitas pabrik pengolahan yang sudah dikembangkan serta peningkatan kapasitas armada pertambangan yang lebih besar, kami berkeyakinan untuk dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun mendatang,” pungkasnya.