Pertamina Kerjasama Pengadaan Fame Dengan 18 Badan Perjuangan

Jakarta, TAMBANG – Pertamina melaksanakan penandatanganan koordinasi pengadaan FAME (Fati Acid Methyl Ester) dengan 18 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) di Jakarta, Senin (16/12/2019). Kerjasama pengadaan FAME ini ialah bagian dari implementasi penyediaan B30.

 

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Gandhi Sriwidodo mengatakan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan BUBBN ini berlangsung selama satu tahun, mulai Januari hingga Desember 2020. Program B30 diperlukan akan mengembangkan penggunaan energi terbarukan dan menurunkan penggunaan energi berbasis fosil, serta akan menolong mengembangkan perekonomian Indonesia, memajukan penggunaan produksi dalam negeri.

 

“Serta mempertahankan keberlangsungan perkebunan dan petani sawit di Indonesia sebagai penyedia materi baku dan produsen FAME,” ujar Gandhi dalam keterangan resmi, Rabu (18/12).

 

Adapun ke-18 badan perjuangan yang melaksanakan kerjasama dengan Pertamina, antara lain, PT Sinarmas Argo Resources and Technology, PT Sinarmas Bio Energy, PT Batara Elok Semesta Terpadu, PT LDC Indonesia, PT Tunas Baru Lampung, PT Ciliandra Perkasa, PT Darmex Biofuels, PT Bayas Biofuels, Kutai Refinery Nusantara, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Pertama Hijau Palm Oleo, PT Intibenua Perkasatama, PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Musim Mas, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

 

Pertamina, lanjut Gandhi, sudah merencanakan 28 titik penerimaan FAME untuk B30, diantaranya Medan, Dumai, Siak, TLK Kabung, Plaju, Panjang, Tanjung Gerem, Bandung Group, Tanjung Uban, Jakarta Group, Cikampek, Balongan, Tasikmalaya Group, Cilacap Group, Semarang Group, Tanjung Wangi, Surabaya, Tuban, Boyolali, Rewulu, Bitung, Balikpapan Group, Kasim, Kotabaru Group, Makassar, Manggis, Kupang, dan STS Pontianak.

 

Pertamina telah menyediakan bahan bakar dengan kandungan FAME (Biosolar) sejak tahun 2010 dengan komposisi 2.5 persen dan terus bertambah hingga 20 persen. Pada November 2019, Pertamina mulai mengimplementasikan penyediaan Biosolar dengan kandungan FAME yang lebih tinggi, yakni 30 persen.

 

Pada kurun ini, pencampuran B30 dikerjakan di sejumlah titik diantaranya Fuel Terminal Medan, RU III Plaju, Integrated Terminal Panjang, Integrated Terminal Jakarta Group, Fuel Terminal Boyolali, Fuel Terminal Rewulu, Integrated Terminal Balikpapan, dan RU VII Kasim.