Pikirkan PeluangCadangan Timah Sebelum Terapkan Zonasi

Jakarta, TAMBANG – Mantan Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan (Perhapi) Tino Ardhyanto, meminta Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk menimbang-nimbang peluangkekayaan cadangan timah Indonesia sebelum memutuskan Peraturan Daerah (Perda) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Babel.

 

Tino menyampaikan, cadangan timah Indonesia ialah bagian dari South-East Asian Tin Belt. Sepanjang “jalur endapan timah” itu juga berpeluang terdapatnya aneka macam jenis mineral ikutan atau Logam Tanah Jarang yang memiliki nilai hemat sangat tinggi dan sungguh strategis bagi Industri pertahanan negara maupun sebagai modal pembangunan nasional.

 

Hal tersebut harus menjadi acuan penting, yang perlu dipertimbangkan pada pelaksanaan proses zonasi untuk menyusun rencana tata ruang wilayah. Sehingga penetapan zonasi, sepatutnya tidak menetralisir faedah kesempatancadangan timah dan aneka macam jenis mineral lainnya.

 

“Kekayaan alam mineral dan kerikil bara di Indonesia yakni salah satu modal utama dalam pembangunan. Itu harus diamati oleh Pemerintah,” kata Tino.

 

Menurut Tino, tata ruang kawasan disusun untuk satu tujuan utama yaitu mengoptimalkan pemanfaatan kesempatankekayaan alam yang terkandung di atas dan di bawah permukaan. Karenanya, penyusunan tata ruang wilayah yang cuma menimbang-nimbang kesempatankekayaan alam di atas permukaan, akan berujung pada ketidakselarasan dalam penerapannya untuk waktu yang panjang.

 

“Potensi kekayaan mineral dan batubara yang berada di bawah permukaan wajib menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana tata ruang daerah di permukaan. Oleh sebab itu identifikasi potensi kekayaan alam terutama mineral dan watu bara perlu dilakukan terkebih dulu sebelum penyusunan planning tata ruang daerah dimulai,” tutur Tino.

 

Penetapan zonasi di dalam proses penyusunan planning tata ruang daerah, cuma mampu dikerjakan sesudah seluruh potensi wilayah yang dapat mendukung percepatan pengembangan wilayah, diidentifikasi dari permulaan.

 

“Penting adanya gosip geologi terkait eksistensi potensi sumber daya mineral dan batubara dan mesti menjadi bab dari pertimbangan dalam menyusun rencana tata ruang kawasan,” pungkas Tino.